Ntvnews.id, Phnom Penh - Seorang bocah perempuan berusia dua tahun di Kamboja meninggal akibat flu burung, menjadikannya kasus kematian kedua akibat virus ini di negara tersebut sepanjang tahun ini.
Bocah tersebut terinfeksi setelah bermain di dekat ayam-ayam yang sakit di rumahnya di Provinsi Prey Veng. Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Kamboja, ia mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas sebelum akhirnya meninggal pada Selasa, 25 Februari 2025.
Dilansi dari AFP, Kamis, 27 Februari 2025, menyebut hasil tes mengonfirmasi bahwa ia terjangkit flu burung jenis H5N1.
Baca Juga: Flu Burung Kembali Merebak di AS, Waspadai Penularan ke Kucing dan Anjing
Kementerian menjelaskan bahwa anak tersebut sering bermain dan tidur di sekitar kandang ayam milik keluarganya, di mana sekitar 15 ekor ayam ditemukan mati, sementara yang lainnya menunjukkan tanda-tanda sakit.
Pihak berwenang Kamboja memperingatkan bahwa flu burung masih menjadi ancaman di negara itu dan sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber virus yang menyebabkan kematian gadis tersebut.
Sebulan sebelumnya, seorang pria berusia 28 tahun di Kamboja juga meninggal dunia akibat flu burung setelah mengonsumsi daging ayam yang terinfeksi.
Baca Juga: Ubah Tren #KaburAjaDulu, Karding Gandeng Raffi Ahmad dan Influencer
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan kekhawatiran bahwa pengawasan yang tidak merata menghambat kemampuan untuk mengendalikan risiko penyebaran flu burung H5N1 pada manusia.
WHO juga mendesak semua negara untuk meningkatkan pemantauan dan pelaporan kasus flu burung pada hewan maupun manusia, serta membagikan sampel dan data genetik untuk keperluan penelitian.