Heboh Ahok Bocorkan Boroknya Pertamina, Alami Kerugian hingga Banyak Utang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2025, 10:01
thumbnail-author
Dedi
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat mendatangi KPK. (Antara) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat mendatangi KPK. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama, atau yang lebih dikenal sebagai Ahok, mengungkap kondisi keuangan PT Pertamina (Persero) yang mengalami tekanan besar akibat potensi kerugian dan utang.

Saat pertama kali ditunjuk sebagai Komisaris Utama, ia menemukan bahwa perusahaan menghadapi kemungkinan rugi hingga USD1 miliar, setara dengan Rp15,65 triliun (berdasarkan kurs Rp15.600 per USD).

Menurut Ahok, salah satu faktor utama yang menyebabkan kerugian ini adalah kebijakan subsidi bahan bakar. Hal ini semakin diperparah oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang terjadi pada saat itu.

“Jadi, bayangkan berapa tahun soal subsidi di Pertamina. Nah, pas saya masuk disampaikan ini bakal rugi USF1 miliar, lalu saya bilang perusahaan ada 200 lebih (anak/cucu/cicit), 100 lebih yang aktif, gak ketahuan duitnya ada berapa,” ujar Ahok dalam sesi diskusi Ahok Is Back, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Februari 2024.

Ilustrasi Pom Bensin Pertamina <b>(Pertamina)</b> Ilustrasi Pom Bensin Pertamina (Pertamina)

Ahok menyoroti bagaimana beban subsidi BBM dan kenaikan harga minyak global semakin memperburuk kondisi keuangan Pertamina. Di sisi lain, pengelolaan dana di anak dan cucu perusahaan justru tidak terkontrol dengan baik, yang semakin menambah beban bagi induk usaha.

“Jadi bayangin cucu dan cicit perusahaan punya duit deposito, emak sama bapaknya ngutang duit, kenapa utang duit? Karena bayar subsidi ini, kan masih tahun depan baru diaudit, mau bayar berapa ke Pertamina? Tapi beli minyaknya kan kontan di luar negeri,” papar dia.

Untuk menutup selisih harga minyak akibat subsidi BBM, Pertamina harus mengajukan pinjaman kepada perbankan milik negara (Himbara). Namun, ketika batas pinjaman dari bank-bank tersebut telah mencapai limit, perusahaan terpaksa mencari pinjaman dari berbagai sumber lainnya, meskipun dengan bunga yang sangat tinggi.

“Begitu bank Himbara uda mentok melakukan pinjamannya, Pertamina tuh ‘ngecer’ ke mana-mana minjam duit, ada yang Rp5 juta, ada yang Rp10 juta, pinjaman jangka pendek pasti bunganya gila-gilaan,” ucapnya.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat mendatangi KPK. (Antara) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat mendatangi KPK. (Antara)

Sebagai Komisaris Utama, Ahok diberikan mandat oleh pemegang saham untuk membenahi keuangan perusahaan. Salah satu langkah awal yang diambilnya adalah memastikan seluruh dana yang berada di bawah anak, cucu, dan cicit perusahaan dapat diawasi dengan ketat agar tidak terjadi pemborosan di tengah kondisi finansial yang sulit.

“Pas saya masuk, langkah pertama semua uang sampai cucu cicit perusahaan kita harus kontrol, jangan sampai kita pinjam duit, di bawah pesta pora,” tutur Ahok.

Ahok juga menekankan perlunya perubahan dalam mekanisme pembayaran subsidi BBM oleh pemerintah agar tidak semakin membebani Pertamina.

“Saya bilang ke Menteri Keuangan ‘kenapa mesti tunggu sampai 100% (pembayaran subsidi BBM), sudah 80% dibayar dulu, sama toh, sisanya baru kita adjust,” lanjutnya.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, Ahok menegaskan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan Pertamina agar perusahaan dapat bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar global yang terus berubah.

x|close