Kronologi Bos Ruko Jaktim Dibunuh Kuli dan Mayatnya Dicor

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2025, 17:25
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi mayat Ilustrasi mayat (freepik/ kjpargeter)

Ntvnews.id, Jakarta - Polisi membeberkan kronologi pria berinisial JS (69) dibunuh lalu mayatnya dicor di Rawamangun, Jakarta Timur (Jaktim). Peristiwa itu diawali dari adanya mogok kerja sebuah proyek.

"Awal ceritanya pada tanggal 16 Februari 2025, korban datang ke proyek. Setelah di proyek, karena karyawan yang bekerja di sini mogok kerja sehingga korban agak sedikit marah," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly, dikutip Kamis, 27 Februari 2025.

Pelaku berinisial ZA (35) yang merupakan kuli bangunan proyek ada di lokasi kejadian. Korban lantas mengajak pelaku untuk melapor polisi karena ada dugaan pencurian alat-alat proyek.

"Korban mengajak terduga pelaku untuk sama-sama ke polres untuk melapor. Karena indikasinya ada terjadi pencurian-pencurian peralatan proyek di sini oleh para karyawan," kata dia.

Pelaku lalu menolak korban untuk pergi melapor ke polisi. Kala itu, pelaku juga meminta gajinya sebesar Rp900 ribu kepada korban.

"Namun karena korban emosi, korban memukul. Awalnya menampar terduga pelaku. Selanjutnya dia memukul dan akhirnya terduga pelaku menangkis dan mendorong, sehingga korban jatuh," tuturnya.

Lalu, pelaku naik pitam dan menyerang korban. Pada saat itulah pelaku menyerang korban hingga meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban didiamkan selama dua hari.

"Setelah korban dipukul, ditimpa oleh batu bagian kepala dan akhirnya meninggal. Dan tanggal 18 (Februari 2025) terduga pelaku memastikan korban meninggal dan terduga pelaku panik," jelas dia.

Lalu, pelaku menyeret jenazah korban ke saluran air di belakang proyek. Ketika itulah jenazah korban ditutup semen oleh pelaku.

"Karena dia sudah pastikan dua hari meninggal, dan sudah mulai dikerubungi oleh lalat, selanjutnya dia masukkan ke dalam saluran air berupa got dan dia tutup dengan semen, batu bata," tandas Nicolas.

x|close