Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Amerika Serikat berpeluang memperoleh miliaran dolar, bahkan hingga triliunan dolar, dari penjualan minyak Venezuela dalam kesepakatan yang dijalin dengan otoritas sementara negara Amerika Latin tersebut.
“Kami mengambil minyak senilai miliaran dan miliaran dolar, dan itu akan menjadi ratusan miliar dolar. Itu akan menjadi triliunan dolar, tetapi kami akan berada di sana sampai kami memperbaiki keadaan negara itu,” kata Trump kepada Fox News, Jumat, 9 Januari 2026.
Trump menyampaikan bahwa pada Selasa, 5 Januari 2026, otoritas sementara Venezuela telah menyetujui penyerahan sekitar 30 juta hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa dana yang diperoleh dari penjualan minyak itu akan digunakan untuk kepentingan rakyat kedua negara.
Baca Juga: AS Klaim Akan Atur Penjualan Minyak Venezuela
Selain itu, pada Rabu, 6 Januari 2026, Trump menyebut bahwa Venezuela hanya akan membeli produk buatan Amerika Serikat sebagai bagian dari “kesepakatan” dengan Washington terkait pengelolaan dan penjualan minyak negara tersebut.
Sebelumnya, pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kemudian dibawa ke New York.
Trump menyatakan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narko-terorisme” serta dianggap menimbulkan ancaman, termasuk terhadap Amerika Serikat.
Menanggapi operasi militer tersebut, pemerintah Venezuela meminta digelarnya pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara waktu mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari 2026.
Baca Juga: China Protes Rencana AS Ambil Puluhan Juta Barel Minyak Venezuela
(Sumber: Antara)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)