European Leagues Kecam Rencana FIFA Libatkan Investor Swasta di Piala Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jul 2026, 10:12
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino terlihat bersama trofi dalam acara pengundian Turnamen Play-off Piala Dunia FIFA 2026 di FIFA's Home of Football di Zurich, Swiss, pada 20 November 2025 Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino terlihat bersama trofi dalam acara pengundian Turnamen Play-off Piala Dunia FIFA 2026 di FIFA's Home of Football di Zurich, Swiss, pada 20 November 2025 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Asosiasi Liga-Liga Eropa (European Leagues) menyatakan penolakannya terhadap rencana Presiden FIFA Gianni Infantino yang ingin menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta.

Melalui presidennya, Claudius Schader, organisasi yang menaungi liga-liga profesional di Eropa itu menilai langkah tersebut berpotensi mengancam fondasi sepak bola dunia sekaligus membuka peluang bagi pihak swasta untuk memiliki kendali jangka panjang atas ajang paling bergengsi tersebut.

"Para pemimpin sepak bola yang bertanggung jawab memiliki kewajiban untuk bersatu menentang proposal ini, bukan hanya demi sepak bola saat ini, tetapi juga demi generasi pemain dan suporter di masa depan agar olahraga ini tetap sehat, berkelanjutan, dan setia pada nilai-nilai yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia," kata Schader dalam pernyataan organisasi tersebut di situs resmi pada Kamis.

Dalam pernyataan resminya, European Leagues menilai keputusan FIFA mencari investor swasta untuk anak perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial sekaligus penyelenggaraan turnamen merupakan kebijakan yang ceroboh dan berisiko memecah belah ekosistem sepak bola.

Baca Juga: UEFA Kecam Rencana FIFA Libatkan Investor Swasta dalam Piala Dunia

Organisasi tersebut menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah aset pribadi Presiden FIFA yang dapat diperjualbelikan. Menurut mereka, nilai dan prestise turnamen itu dibangun melalui kontribusi liga, klub, pemain, serta suporter dari seluruh dunia. Namun, seluruh pihak tersebut tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat maupun memberikan persetujuan atas rencana tersebut.

European Leagues juga berpandangan bahwa keberhasilan sepak bola selama ini bertumpu pada sistem piramida terbuka yang menjaga keseimbangan antara kompetisi domestik dan internasional. Oleh sebab itu, setiap peluang komersial seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat sistem yang sudah ada, bukan justru mengubah ataupun mengancam keberlangsungannya.

Selain menyoroti substansi usulan tersebut, organisasi itu turut mengkritik proses penyusunannya yang dinilai tidak transparan dan dilakukan secara sepihak oleh FIFA.

Mereka menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari pola pengambilan keputusan FIFA yang selama ini menuai sorotan, termasuk dalam penetapan kalender pertandingan internasional.

European Leagues juga mengungkapkan telah mengajukan pengaduan kepada Komisi Eropa. Mereka menuding FIFA menyalahgunakan posisi dominannya melalui penetapan kalender pertandingan internasional yang dianggap bertentangan dengan aturan persaingan di Uni Eropa.

Baca Juga: Cek Fakta: Video Messi Tuding Wasit Tidak Adil Usai Final Piala Dunia 2026

Menurut organisasi tersebut, setiap usulan mengenai kalender pertandingan maupun penyelenggaraan kompetisi seharusnya dirancang melalui proses yang transparan, akuntabel, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Prinsip itu, menurut mereka, juga telah ditegaskan oleh Mahkamah Uni Eropa dalam putusan perkara European Super League pada 2023.

European Leagues menambahkan pihaknya akan terus menjalin kerja sama dengan UEFA demi menjaga kepentingan jangka panjang sepak bola.

Selain itu, organisasi tersebut berharap federasi dan asosiasi sepak bola nasional di berbagai negara dapat mencermati secara kritis usulan yang diajukan Presiden FIFA tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close