FIFA Cabut Permanen Registration Ban Persib Terkait Kasus Robert Rene Alberts

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 14:22
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Persib Bandung Juara Super League 2025/2026 Persib Bandung Juara Super League 2025/2026 (X: Persib)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) memastikan FIFA telah mencabut secara permanen sanksi registration ban terhadap Persib Bandung yang berkaitan dengan perkara mantan pelatih Robert Rene Alberts pada 2022.

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan mengatakan, pencabutan sanksi dilakukan setelah Persib menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai keputusan yang menjadi dasar perkara tersebut.

“Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara lama yang berkaitan dengan periode 2022, kami langsung menentukan langkah yang diperlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” kata Adhitia di Bandung, Rabu.

Ilustrasi- Tampak gedung Graha Persib Bandung di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, 11 Agustus 2026. <b>(Antara)</b> Ilustrasi- Tampak gedung Graha Persib Bandung di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, 11 Agustus 2026. (Antara)

Kepastian pencabutan sanksi tersebut disampaikan FIFA melalui surat resmi bertanggal 11 Agustus 2026 dengan Ref. No. FDD-28859.

Dalam surat itu, FIFA menyatakan proses perkara terhadap Persib telah ditutup setelah menerima konfirmasi bahwa Robert Rene Alberts telah menerima pembayaran yang menjadi kewajiban Persib sesuai keputusan yang mendasari perkara.

Dengan demikian, FIFA mencabut secara permanen larangan Persib mendaftarkan pemain baru yang berkaitan dengan perkara tersebut.

FIFA juga meminta PSSI segera mencabut larangan pada tingkat nasional.

Adhitia menegaskan Persib menghormati setiap keputusan regulator dan berkomitmen menindaklanjutinya secara bertanggung jawab.

“Bagi kami, setiap keputusan regulator harus dihormati dan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab. Ketika terdapat kewajiban yang harus diselesaikan, kami menentukan prioritas dan mengambil langkah yang diperlukan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Adhitia, penyelesaian perkara tersebut menjadi bagian dari komitmen Persib dalam menjaga profesionalisme dan tata kelola klub sebagai tim sepak bola profesional.

Manajemen Persib, lanjut dia, selalu mengedepankan pendekatan rasional, objektif, dan terukur dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan klub.

“Dalam menghadapi setiap persoalan, kami selalu mengedepankan pola yang rasional, bukan emosional. Kami melihat setiap situasi secara objektif, mempelajari aspek serta konsekuensinya, kemudian menentukan langkah berdasarkan skala prioritas,” kata Adhitia.

Dengan pencabutan permanen registration ban tersebut, Persib kini terbebas dari larangan pendaftaran pemain baru yang sebelumnya muncul akibat perkara dengan Robert Rene Alberts pada 2022.

x|close