Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta selama lima hari ke depan guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan ekstrem dan banjir.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC ini merupakan respons cepat atas kejadian banjir yang sempat melanda sejumlah kawasan Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026.
"BNPB baru mengadakan OMC hari ini sampai dengan lima hari ke depan," kata Isnawa di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.
Menurutnya, modifikasi cuaca dilakukan untuk mengendalikan intensitas curah hujan, sehingga risiko banjir dan genangan dapat ditekan, terutama di wilayah rawan terdampak cuaca ekstrem.
Baca Juga: Dihantam Banjir, Penampakan Macet Parah di Cakung Cilincing Pagi Ini
Banjir Arah Bandara Soetta (Instagram)
Baca Juga: Jakarta Masih Dilanda Banjir, 22 RT dan 5 Ruas Jalan Terendam
Isnawa menambahkan, tahap awal OMC saat ini sepenuhnya dijalankan oleh BNPB. Selanjutnya, BPBD DKI Jakarta akan melanjutkan operasi tersebut dengan mengacu pada hasil prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Selanjutnya, BPBD DKI bisa melanjutkan, tentunya juga dengan hasil prediksi BMKG," terangnya.
Sementara itu, kondisi banjir di Jakarta dilaporkan mulai membaik. BPBD DKI Jakarta mencatat genangan air di sebagian besar wilayah telah surut. Hingga Selasa pagi, banjir tersisa di 28 rukun tetangga (RT) dan enam ruas jalan.
(Sumber: Antara)
Banjir di Jalan Raya Bogor arah Pusat Grosir Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin, 12 Januari 2026. ANTARA/Siti Nurhaliza. (Antara)