Seskab Teddy: Kilang RDMP Balikpapan Mampu Produksi BBM Standar Euro 5

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jan 2026, 11:46
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berpidato dalam acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2016. ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet. Presiden Prabowo Subianto (kiri) berpidato dalam acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2016. ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Infrastruktur Energi Terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang merupakan kilang minyak terbesar di Indonesia, mampu menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) dengan standar emisi Euro 5.

Menurut Teddy, bagi Presiden Prabowo Subianto keberadaan kilang minyak tersebut menjadi sebuah pencapaian sekaligus tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi dan kedaulatan energi nasional.

"Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa," kata Presiden Prabowo sebagaimana dijelaskan oleh Seskab Teddy saat dihubungi di Jakarta, Senin malam, 12 Januari 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Seskab Teddy menyampaikan bahwa capaian standar emisi Euro 5 menunjukkan kemampuan Indonesia untuk memproduksi BBM yang lebih bersih serta ramah lingkungan.

Baca Juga: Kilang RDMP Balikpapan Beroperasi, Indonesia Bisa Hemat Devisa Rp60 Triliun per Tahun

Selain itu, kilang minyak terbaru Pertamina di Balikpapan juga memiliki keunggulan dari sisi kapasitas produksi, yakni mampu mengolah minyak mentah hingga 360.000 barel per hari, meningkat dari rata-rata produksi sebelumnya sebesar 260.000 barel per hari.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan sekaligus meninjau langsung Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Pertamina Balikpapan di Kalimantan Timur pada Senin sore, 12 Januari 2026. Dalam peresmian tersebut, Presiden menyampaikan rasa bahagia dan kebanggaannya atas pencapaian pemerintah di sektor energi bersama PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan migas milik negara.

"Tadi kita sudah disebut bahwa acara seperti ini pernah dilakukan tahun 1994. Berarti 32 tahun yang lalu, ya lumayan cukup bersejarah," kata Presiden Prabowo saat acara peresmian di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2026.

"Tentunya saya menyambut bahagia dan merasa sangat bangga Atas yang kita hasilkan hari ini dengan peresmian ini," imbuh Presiden.

Baca Juga: Dampingi Prabowo Resmikan RDMP, AHY: Tonggak Kemandirian Energi Nasional

Sebagai catatan, 32 tahun lalu Presiden Ke-2 Republik Indonesia Soeharto meresmikan kilang minyak Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Dalam pidatonya pada acara peresmian tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara yang merdeka harus mampu mandiri dalam sektor pangan, energi, dan air. Ia pun menargetkan Indonesia dapat mencapai kemandirian energi pada tahun kelima masa pemerintahannya.

"Kalau tidak, tahun ke-6, tahun ke-7, yang penting kita harus menuju ke situ. Tetapi, siapa tahu dengan kerja keras kita bisa menghasilkan lebih cepat," ujar Prabowo.

Dalam kunjungan kerja di Balikpapan itu, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, jajaran pimpinan Pertamina dan anak perusahaannya, serta pemerintah daerah setempat.

(Sumber: Antara) 

x|close