Ntvnews.id, Abu Dhabi - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih disiapkan sebagai solusi atas keterbatasan lapangan kerja yang saat ini dihadapi masyarakat, terutama generasi muda.
Saat memimpin Rapat Kerja Kementerian Koperasi di Bogor, Senin, 12 Januari 2026, Ferry menjelaskan bahwa kondisi pasar kerja saat ini membuat banyak anak muda, khususnya generasi Z, kesulitan memperoleh peluang kerja yang stabil.
Oleh karena itu, Kopdes/Kel Merah Putih dirancang untuk membuka ruang-ruang ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan, mulai dari pengembangan unit usaha koperasi, pengelolaan layanan ekonomi, hingga penciptaan lapangan kerja lokal yang lebih inklusif.
Program tersebut diharapkan mampu menjawab keresahan generasi muda terhadap terbatasnya kesempatan kerja formal, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Ferry meminta agar sosialisasi dan penguatan program Kopdes/Kel Merah Putih semakin digencarkan, terutama dengan menyasar kelompok milenial dan Gen Z sebagai kelompok usia produktif yang menjadi perhatian pemerintah.
Baca Juga: Menkop Percepat Pembangunan 80 Ribu Gerai Fisik Kopdes Merah Putih
"Harapannya kita bisa menyasar pada segmen milenial dan Gen Z yang sekarang menjadi perhatian dari pemerintah agar bagaimana Kopdes ini bisa membantu memecahkan masalah penyediaan lapangan kerja bagi mereka," ujar Ferry dalam keterangan resmi kementerian.
Ferry menegaskan komitmennya untuk memastikan program Kopdes/Kel Merah Putih, yang menjadi salah satu program strategis dan prioritas Presiden, dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi, kolaborasi, serta kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Koperasi agar pengawalan dan pelaksanaan program dapat dilakukan secara simultan di berbagai daerah.
"Kita juga tidak boleh lupa untuk menyiapkan SDM dan modul-modul terkait untuk peningkatan kapasitas pengurus, pengawas atas pengelola Koperasi Desa Merah Putih," ucapnya.
Baca Juga: Kemenkop Lakukan Evaluasi dan Penguatan Peran PMO Percepatan Pembangunan Kopdes
Lebih lanjut, Ferry memastikan percepatan pembangunan Kopdes Merah Putih terus dilakukan agar manfaat ekonomi dan sosialnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.
Hingga saat ini, lebih dari 44 ribu titik lahan telah terpetakan sebagai lokasi pembangunan gerai fisik Kopdes Merah Putih, dengan lebih dari 13 ribu titik di antaranya telah terbangun.
Selain itu, tercatat lebih dari 83 ribu Kopdes Merah Putih telah berbadan hukum, dengan jumlah anggota mencapai 1,65 juta orang dan didukung sekitar 690 ribu pengurus. Menkop pun optimistis sebanyak 26 ribu titik gerai fisik Kopdes Merah Putih dapat terbangun pada April tahun ini.
(Sumber: Antara)
Pekerja menyelesaikan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Silebu di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Kamis, 4 Desember 2025. Pemerintah menetapkan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih menjadi salah satu syarat pencairan dana desa sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025 tentang Perubahan atas PMK Nomor 108 Tahun 2024 tentang Pengalokasian Dana Desa Setiap Desa, Penggunaan, dan Penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2025. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/tom. (Antara)