Menko Airlangga: Industri Tekstil Bukan Sunset Industry, Masih Bisa Ekspansi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 08:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pada awak media dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Perekonomian RI, Jakarta, Selasa, 8 September 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pada awak media dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Perekonomian RI, Jakarta, Selasa, 8 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus mendorong industri tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk meningkatkan investasi kembali serta memperkuat modal kerja.

Hal itu disampaikan Airlangga setelah mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa industri TPT tidak termasuk sektor yang akan mengalami kemunduran atau sunset industry.

"Tadi disampaikan Bapak Presiden bahwa industri tekstil bukan industri yang dikategorikan sunset sehingga ini bisa mendorong untuk reinvestasi maupun penambahan daripada modal kerja," ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, industri TPT menjadi salah satu sektor strategis karena memiliki karakter padat karya. Sektor tersebut saat ini menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja dan berkontribusi sekitar 0,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Dari sisi pertumbuhan, kinerja industri tekstil juga tercatat berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Airlangga menyebut pertumbuhan industri tekstil mencapai sekitar 5,6 persen, sedangkan industri barang dari kulit dan alas kaki tumbuh lebih tinggi, yakni 8,25 persen.

Baca Juga: Airlangga: Aset Keuangan Syariah Indonesia Capai Rp3.131 Triliun pada 2025

Airlangga mengatakan tingkat utilisasi pabrik tekstil saat ini masih berada di sekitar 75 persen. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan masih tersedia kapasitas yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi dan memperluas usaha.

"Utilisasi daripada pabrik tekstil itu masih sekitar 75 persen, sehingga masih ada ruang untuk melakukan ekspansi," katanya.

Pemerintah juga sedang memetakan berbagai persoalan yang masih menjadi kendala dalam memperkuat industri TPT, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemudahan akses terhadap bahan baku serta harmonisasi tarif.

Airlangga menilai penguatan industri TPT perlu terus dilakukan mengingat sektor tersebut memiliki peran penting dalam perekonomian nasional sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

x|close