Ntvnews.id, Jakarta -Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menggenjot pembangunan 15 Pembangkit Listrik Tenaga Surya di enam provinsi yang diproyeksikan mampu memangkas anggaran pendapatan dan belanja negara hingga Rp4,6 triliun setiap tahunnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Qodari dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/9), menyusul langkah resmi dimulainya megaproyek PLTS berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) yang diresmikan lewat seremoni oleh Presiden Prabowo Subianto di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Kabupaten Jembrana, Bali, pada 25 Agustus 2026 sebagai fase awal pembangunan 15 unit PLTS.
"Khusus tahap awal 15 PLTS yang sudah disebutkan tadi, potensi penghematan APBN diperkirakan mencapai Rp4,6 triliun per tahunnya," ujar Qodari.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa proyek tahap awal tersebut terbagi menjadi instalasi di atas tanah serta sistem terapung, dengan cakupan wilayah pembangunan yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Kepulauan Riau, serta Kepulauan Bangka Belitung.
Inisiatif masif yang membutuhkan estimasi anggaran investasi sebesar Rp135 triliun dari kolaborasi badan usaha nasional dan internasional ini digagas guna mengakselerasi pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil yang kerap membebani devisa impor, di samping mendukung komitmen iklim nasional.
Qodari memaparkan bahwa saat ini kapasitas terpasang PLTS di Indonesia baru mencapai 1,76 GW dari total kapasitas pembangkit nasional sebesar 108 GW, padahal potensi energi surya nusantara diestimasi menembus 3.294 GW.
"Di sinilah urgensi program ini melalui program PLTS 100 gigawatt peak, penggunaan bahan bakar diesel diperkirakan dapat dihemat hingga 6 juta kiloliter per tahun dan negara berpotensi menghemat anggaran hingga Rp73,9 triliun per tahun," jelas Qodari.
Berdasarkan pemantauan hingga Agustus 2026, sejumlah proyek seperti PLTS Tembesi, PLTS Saguling, dan PLTS Karangkates telah masuk dalam tahap konstruksi, sementara PLTS Pulau Sembur serta Rengit berstatus peluncuran, dan PLTS Pasuruan, Banyuwangi, serta Gajah Mungkur telah melewati seremoni peletakan batu pertama, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan lelang.
Selain mendatangkan efisiensi fiskal dan menekan penggunaan bahan bakar fosil, megaproyek PLTS 100 GWp ini juga diyakini mampu menyerap hingga 5,52 juta tenaga kerja secara keseluruhan. Pasokan listrik yang dihasilkan nantinya tidak hanya ditujukan untuk menerangi wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik, melainkan juga dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung aktivitas UMKM serta sektor kelautan melalui pengoperasian kapal nelayan bertenaga listrik.
(Sumber: Antara)
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/9/2026) (Antara)