Ntvnews.id, Jakarta -Pergantian Kabinet merupakan hak pregrogatif Presiden dan itu merupakan hal yang lumrah. Tentu Presiden lebih mengetahui siapa yang lebih cocok menjadi pembantunya dibidang masing-masing dan memang kabar ini sudah berhembus sebelumnya.
Nah hari Kamis (01/10/2026), Presiden RI Prabowo Subianto melakukan perombakan menteri dan pejabat dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana. Salah satu yang direshuffle adalah Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Jabatan Menperin kini dipercayakan Presiden Prabowo kepada M. Sarmuji yang dua duanya merupakan sahabat baik saya.
"Terkait dengan ditunjuknya Pak Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, tentu harapan saya, rimana beliau yang sudah lama menjadi anggota DPR dan pernah di komisi yang menjadi mitra Kementerian Perindustrian, tentu dengan sendirinya mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi industri dalam negeri. Apalagi dalam situasi ekonomi global yang masih terus bergejolak," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin.
Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Perindustrian Saleh Husin merespons terkait terkait rencana pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Guru Besar ITB Jadi Wamen KP
Untuk itu agar industri dalam negeri bisa terus bergeliat maju, maka yang harus Menperin Sarmuji lakukan dan jaga adalah: Satu, tersedianya bahan baku industri. Kedua, berbagai perijinanan harus disederhanakan dan dipermudah agar tidak menjadi beban cost. Ketiga, kemudahan dalam mendapatkan energi yang berdaya saing. Dan. yang keempat adanya kepastian benrusaha .
"Saya kira kalau keempat hal ini bisa dituntaskan oleh Pak Menperin Sarmuji maka insya Allah industri nasional kita akan tumbuh pesat dan maju," ujar Menteri Perindustrian 2014-2016 Saleh Husin.
Tak lupa Saleh juga mengucapkan selamat kepada mantan Menperin Agus Gumiwang yang telah paripurna melaksanakan tugas dengan baik dan husnul khotimah. "Dan saya kira dari pengalamannya, diharapkan agar beliau bisa terus memberikan masukan untuk kemajuan industri dalam negeri," ujar Saleh.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji (NTVnews)