Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menekankan tiga pilar utama, yakni trust (kepercayaan), growth (pertumbuhan), dan future (masa depan) sebagai kunci ketahanan dan kemajuan pasar modal Indonesia.
Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Nusantara Investment Forum 2026 yang mengusung tema Smart Capital, Strong Nation di Main Hall BEI, Jakarta. Menurutnya, Main Hall BEI menjadi ruang yang sangat relevan untuk mendiskusikan peran modal yang cerdas dalam membangun bangsa yang kuat.
"Terkait dengan pasar modal, tentu ada tiga kata yang hari ini perlu kita angkat bersama, yaitu trust, growth, dan future," ujar Jeffrey dalam sambutannya, 2 Oktober 2026.
Baca Juga: BEI: Danantara Sampaikan Minat Miliki Saham Bursa Efek Indonesia
Jeffrey menjelaskan, selama sembilan bulan terakhir, seluruh pemangku kepentingan di pasar modal termasuk regulator dan BEI telah melakukan berbagai upaya masif untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan (trust) di tengah dinamika pasar. Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan transparansi, penguatan tata kelola, serta peningkatan kredibilitas pasar.
Selain fokus pada kepercayaan, BEI juga terbukti berhasil memanfaatkan dan menjaga momentum pertumbuhan (growth) yang telah terbentuk sejak akhir tahun lalu. Hal ini tercermin dari lonjakan likuiditas dan peningkatan jumlah investor yang signifikan.
Berdasarkan data yang dipaparkan, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di BEI mengalami pertumbuhan sekitar 16 persen. Jika pada tahun 2025 RNTH berada di angka Rp18 triliun per hari, sepanjang tahun 2026 ini nilainya telah melonjak menjadi Rp21 triliun per hari.
Pertumbuhan likuiditas ini juga sejalan dengan lonjakan partisipasi masyarakat yang mencerminkan tingginya harapan dan confidence (kepercayaan diri) terhadap pasar modal Indonesia.
"Akhir tahun lalu, kami mencatat jumlah investor di pasar modal kita itu hanya sekitar 20 juta. Hari ini sudah lebih dari 31,9 juta investor di pasar modal kita," ungkap Jeffrey.
Dari sisi fundamental perusahaan tercatat, emiten juga dinilai berhasil memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi. BEI mencatat bahwa saham-saham yang tergabung dalam kelompok indeks LQ45 masih membukukan pendapatan bersih (net income) sebesar 8,49 persen per Juni 2026.
Dengan keberhasilan menjaga pilar trust dan growth, Jeffrey menegaskan bahwa pilar ketiga, yakni future (masa depan), menjanjikan prospek yang cerah. Ia mengajak seluruh pihak untuk patut bersikap optimis terhadap masa depan investasi di pasar modal maupun momentum investasi di Indonesia secara keseluruhan.
Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga tren positif ini. "Kami berharap sinergi ini antara pemerintah, regulator, kami di SRO (Self-Regulatory Organization), rekan-rekan di media, dan juga seluruh stakeholders akan bisa terus melanjutkan sinergi seperti ini agar trust, growth, dan future kita akan tetap bisa kita jaga," tutupnya.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik (NTVNews)