Danantara Dahulukan Penggabungan Empat Perusahaan BUMN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Okt 2026, 15:26
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria diwawancarai wartawan seusai acara Executive Breakfast Meeting oleh IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat (2/10/2026). Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria diwawancarai wartawan seusai acara Executive Breakfast Meeting oleh IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memprioritaskan penyelesaian proses penggabungan atau merger sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya sebagai langkah awal penataan korporasi pelat merah di sektor konstruksi.

Langkah konsolidasi tersebut mencakup PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Brantas Abipraya, serta PT Nindya Karya.

“Bahwa merger PTPP, Adhi Karya, kemudian Brantas Abipraya dan Nindya Karya, ini akan kita selesaikan. Ini yang paling mudah untuk dilakukan mergernya. Sehingga kita mulai melakukan merger ini dulu. Kemudian baru berikutnya perusahaan yang harus kita restrukturisasi. itu ada WIKA dan Waskita,” ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, selepas acara Executive Breakfast Meeting oleh IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat (2/9).

Dony memaparkan, Danantara sengaja mendahulukan keempat entitas tersebut karena dinilai lebih siap digabungkan. Sementara itu, proses merger bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dijadwalkan menyusul setelah tahapan restrukturisasi rampung.
 

Kedua perusahaan terakhir memerlukan penanganan yang lebih kompleks, meliputi penurunan beban utang serta optimalisasi dan injeksi aset.

“Terutama sekali WIKA dan Waskita. Kalau yang PT Hutama Karya, mereka relatively sehat. Jadi hanya WIKA, Waskita yang akan menjadi persoalan,” tambah Dony.

Dalam skala yang lebih luas, Danantara kini tengah merumuskan penataan portofolio BUMN melalui empat skema utama, yakni likuidasi atau penutupan, divestasi, konsolidasi, serta restrukturisasi. Khusus untuk korporasi yang masuk dalam kategori restrukturisasi, langkah penyehatan yang ditempuh dapat berupa penambahan ekuitas, suntikan aset, hingga restrukturisasi pinjaman.

Seluruh langkah penataan ini ditargetkan bermuara pada efisiensi jumlah korporasi negara.

“Ini sudah selesai kita tentukan, sehingga harapannya yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan saja yang kita kelola,” tutur Dony.
 

Selain fokus menggarap sektor konstruksi, Danantara juga sedang mengebut proses konsolidasi di industri keuangan non-bank, khususnya BUMN sektor asuransi. Seluruh rangkaian merger yang melibatkan lini asuransi jiwa, asuransi umum, asuransi kredit, hingga entitas berbasis syariah ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close