Mau Investasi Aman? Hashim Sebut Indonesia Negara Tanpa Musuh dan Terbuka untuk Siapa Saja
NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Okt 2026, 14:20
Naila Fadhilah
Penulis
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menyampaikan pidato pada pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026). Forum yang berlangsung dari 6 hingga 7 Oktober 2026 tersebut bertema Investing for a Resilient, Sustainable and Prosperous World dengan mempertemukan puluhan pemimpin perusahaan, investor dan pengambil kebijakan tingkat global. (Antara)
Ntvnews.id, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, memaparkan keunggulan strategis Indonesia sebagai bangsa yang menganut prinsip nonblok. Menurutnya, posisi politik luar negeri tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara tanpa musuh yang sangat ideal bagi para investor global.
“Untuk investor yang ingin investasi di Indonesia, saya rasa akan sangat beruntung sebab berinvestasi di negara tanpa musuh,” ujar Hashim saat berbicara dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (6/10).
Hashim menjelaskan, ketertarikan para investor asing untuk menanamkan modalnya di tanah air ditopang oleh keunggulan letak geografis, bonus demografi, serta stabilitas situasi geopolitik yang sangat menguntungkan. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pun dilaporkan kerap kebanjiran minat dari berbagai penjuru dunia.
"Indonesia selalu mencari teman. Presiden kami selalu mengatakan seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Prinsip inilah yang menjadi landasan utama politik luar negeri kita," tegas Hashim.
Melalui filosofi diplomasi tersebut, Indonesia berhasil menjelma menjadi bangsa yang cinta damai, sehingga mampu merangkul kerja sama erat dengan negara-negara lain dari berbagai belahan dunia sekaligus mendongkrak minat investasi global.
Komitmen tersebut sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang konsisten memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif serta menjaga sikap nonblok di tengah dinamika ketegangan geopolitik internasional yang kian memanas. Prabowo menegaskan bahwa prinsip ini terus menjadi fondasi utama diplomasi Indonesia, termasuk dalam mengedepankan kebijakan sebagai tetangga yang baik (good neighbor) bagi seluruh negara.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyadari bahwa sejumlah persoalan batas wilayah yang kerap membayangi kawasan Asia Tenggara merupakan warisan sejarah dari era kolonial. Kendati demikian, Kepala Negara dengan tegas menekankan agar setiap permasalahan tersebut wajib diselesaikan secara damai melalui meja perundingan dan jalur dialog konstruktif.