AHY: Jaringan Kereta Api Terus Dikembangkan Demi Perkuat Konektivitas RI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Okt 2026, 12:27
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjawab pertanyaan dari awak media di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjawab pertanyaan dari awak media di Jakarta, Rabu (7/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa pemerintah terus menggenjot pengembangan jaringan perkeretaapian nasional guna memperkuat konektivitas serta menunjang mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.

"Prinsipnya adalah memang kita terus ingin mengembangkan jaringan kereta. Artinya ada dua elemen. Yang pertama adalah prasarananya, relnya. Relnya kita kembangkan," ujar AHY dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (7/10).

Ia memaparkan bahwa saat ini terdapat sekitar 7.000 kilometer jalur rel aktif di Indonesia. Pemerintah memandang masih banyak ruas yang perlu direaktivasi maupun dibangun baru pada trase-trase strategis yang mendesak untuk kebutuhan mobilitas, terkhusus bagi sektor logistik. Menurutnya, wilayah di luar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi sudah sangat membutuhkan kehadiran jaringan kereta logistik untuk mendukung perekonomian daerah.

Sementara itu, untuk sektor angkutan penumpang (passengers), pemerintah juga mendorong penambahan serta pembaruan armada melalui pengadaan rangkaian kereta (trainset) modern yang berkapasitas memadai. Di sisi lain, AHY menekankan pentingnya membangun kemandirian industri perkeretaapian di dalam negeri.
 

"Kalau ada kerja sama dengan negara-negara lain termasuk Jepang, saya rasa adalah sebuah kewajaran, tapi yang paling penting semangatnya juga adalah bagaimana industri perkeretaapian nasional juga hidup, berkembang. Ada transfer teknologi yang kemudian kita kembangkan sendiri menjadi inovasi domestik yang dibutuhkan untuk ke depan," ujar AHY.

Lebih lanjut, Menko Infra menjelaskan bahwa percepatan pembangunan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang masuk dalam kerangka Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), khususnya pada sektor infrastruktur dan konektivitas. Pemerintah mencatat masih terdapat ketimpangan yang cukup signifikan dalam pengembangan moda transportasi berbasis rel antarwilayah di Indonesia.

Padahal, moda kereta api dinilai memiliki keunggulan komparatif yang sangat besar, terutama dari aspek efisiensi biaya serta tingkat emisi yang sangat rendah. Berdasarkan data, kontribusi emisi gas rumah kaca dari sektor perkeretaapian tercatat kurang dari 1 persen, sehingga moda ini sangat strategis untuk didorong dalam pencapaian komitmen net zero emission.

Dalam peta jalan pengembangan wilayah, setiap pulau memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Wilayah Sumatera difokuskan pada penguatan jaringan eksisting serta perluasan jalur baru, Kalimantan memerlukan pembangunan infrastruktur dari titik nol, sementara Sulawesi membutuhkan integrasi jaringan kereta dengan kawasan-kawasan industri serta sentra komoditas unggulan.
 

Guna merealisasikan target penambahan jaringan rel hingga sekitar 14.000 kilometer serta melakukan reaktivasi jalur secara masif hingga tahun 2045 mendatang, AHY menyebutkan bahwa estimasi kebutuhan investasi yang diperlukan mencapai kisaran Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun. Pemerintah pun menegaskan bahwa seluruh proyek perkeretaapian nasional ini wajib dirancang secara terintegrasi dengan penataan ruang wilayah serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close