Mendes PDT Sebut Program Anyer-Panarukan 3R Jadi Kalender Tahunan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Okt 2026, 21:30
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mendes PDT Yandri Susanto bersama Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, Ketua DPRD Situbondo, Bupati dan Wakil Bupati Serang foto bersama usai Kick Off Anyer Panarukan 3R di Auditorium Bank BJB Jakarta Selatan Mendes PDT Yandri Susanto bersama Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, Ketua DPRD Situbondo, Bupati dan Wakil Bupati Serang foto bersama usai Kick Off Anyer Panarukan 3R di Auditorium Bank BJB Jakarta Selatan (Antara)

Ntvnews.id, Situbundo - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan program Anyer-Panarukan 3R direncanakan menjadi agenda tahunan untuk mendorong pengembangan ekonomi, budaya, dan infrastruktur di sepanjang jalur tersebut.

Rencana itu menyusul penandatanganan nota kesepakatan dan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Serang, Banten. Kerja sama tersebut bertujuan mengoptimalkan potensi daerah guna meningkatkan pendapatan asli daerah melalui program Anyer-Panarukan 3R.

"Saya haqqul yaqin program Anyer-Panarukan 3R akan menjadi gerakan ekonomi, gerakan budaya dan infrastruktur serta lainnya," kata Mendes Yandri saat peluncuran program Anyer-Panarukan 3R di Auditorium Bank BJB, Jakarta Selatan, yang dipantau secara daring dari Situbondo, Minggu, 11 Oktober 2026.

Yandri menjelaskan, konsep 3R terdiri atas road (jalan), route (rute), dan roots (akar). Unsur road berfokus pada upaya mengangkat Jalan Raya Pos sebagai warisan sejarah sekaligus jalur penghubung antardaerah.

Sementara itu, unsur route diarahkan untuk mengembangkan jalur Anyer-Panarukan sebagai koridor perjalanan dan destinasi wisata. Adapun roots bertujuan menggali, melestarikan, serta memperkuat identitas, sejarah, budaya, dan kearifan lokal masyarakat yang berada di sepanjang jalur tersebut.

Baca Juga: Kemendes PDT Dapat Tambahan Anggaran Rp1 Triliun untuk Perkuat Pembangunan Desa

"Anyer-Panarukan (Jalan Raya Pos) merupakan artefak sejarah yang memiliki peran vital dalam pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa hingga saat ini, sehingga perlu dihidupkan kembali melalui program yang kreatif," ujarnya.

Menurut Yandri, Festival Anyer-Panarukan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga kesempatan untuk mengenang sejarah sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi dan kebudayaan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa Jalan Raya Pos yang membentang dari Anyer, Serang, hingga Panarukan, Situbondo, melintasi ribuan desa dengan karakteristik beragam. Wilayah yang dilewati mencakup kawasan pertanian, pesisir yang dihuni masyarakat nelayan, hingga desa wisata.

Untuk memperluas manfaat program tersebut, Yandri mengusulkan agar Anyer-Panarukan 3R disinergikan dengan 14 kategori Festival Bangun Desa Bangun Indonesia yang sebelumnya diluncurkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Yandri juga mengingatkan pesan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa pemerintah bukanlah superman, melainkan sebuah super team. Karena itu, ia meminta agar pelaksanaan festival melibatkan lebih banyak wilayah dan berbagai pihak.

Menurutnya, kegiatan tersebut sebaiknya tidak hanya berpusat di Kabupaten Serang dan Situbondo, tetapi juga melibatkan kabupaten/kota serta desa bersejarah lainnya di sepanjang jalur Anyer-Panarukan. Dengan begitu, dampak program diharapkan dapat dirasakan secara lebih luas.

Baca Juga: Gandeng Dunia Usaha Lewat CSR, Mendes PDT Ajak Perusahaan Perluas Kolaborasi Bangun Desa

"Kami dari Kemendes PDT siap memberikan dukungan penuh, menjembatani jejaring kerja sama dengan swasta, BUMN, hingga mitra luar negeri," kata Mendes Yandri.

Informasi yang diperoleh ANTARA menyebutkan bahwa Anyer-Panarukan 3R merupakan program branding jangka panjang untuk menghidupkan kembali nilai sejarah Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan. Program ini sekaligus mendorong kerja sama antardaerah dalam pengembangan sejarah, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan potensi lokal.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, Ketua DPRD Situbondo Mahbub Junaidi, Bupati dan Wakil Bupati Serang, serta sejumlah pejabat dari Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Pemerintah Kabupaten Serang.

(Sumber: Antara)

x|close