Bank Jakarta Tandatangani 3 Kerja Sama Strategis BUMD, BUMN dan Perangkat Daerah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Okt 2026, 20:15
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bank Jakarta Tandatangani 3 Kerja Sama Strategis BUMD, BUMN dan Perangkat Daerah Bank Jakarta Tandatangani 3 Kerja Sama Strategis BUMD, BUMN dan Perangkat Daerah (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Bank Jakarta memperkuat kolaborasi dengan badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), dan perangkat daerah DKI Jakarta melalui tiga kerja sama strategis dengan potensi nilai mencapai Rp5,87 triliun. 

Kesepakatan tersebut mencakup pembiayaan kepemilikan rumah bagi pekerja sektor informal, elektrifikasi armada Transjakarta, serta pembangunan pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU), perjanjian kerja sama, dan perjanjian kredit berlangsung dalam kegiatan Penandatanganan Kerja Sama Strategis BUMD, BUMN, dan Perangkat Daerah di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas akses pembiayaan masyarakat, serta mendorong transformasi menuju Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Dari tiga kesepakatan tersebut, pembiayaan elektrifikasi armada Transjakarta menjadi kerja sama dengan nilai terbesar, yakni mencapai Rp5,07 triliun. Sementara itu, pembiayaan pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas memiliki plafon kredit Rp220 miliar dan program pembiayaan perumahan bagi pekerja sektor informal berpotensi mencapai Rp587 miliar.

Pada sektor perumahan, Bank Jakarta bekerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), serta Jamkrida Jakarta untuk mendukung program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR).

Kerja sama ini memiliki potensi nilai Rp587 miliar melalui penyaluran kredit dan penjaminan kredit. Program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan pekerja sektor informal dalam memperoleh pembiayaan kepemilikan rumah.

Dukungan perbankan dan penjaminan diharapkan dapat membantu masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan pembiayaan formal agar memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan hunian yang layak.

Melalui kolaborasi tersebut, Bank Jakarta turut mengambil peran dalam mendukung kebijakan perumahan Pemprov DKI Jakarta, khususnya bagi kelompok pekerja yang membutuhkan akses pembiayaan lebih luas.

Bank Jakarta juga menjalin kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk mendukung pembiayaan program elektrifikasi sebanyak 3.782 armada. Nota kesepahaman tersebut memiliki jangka waktu tiga tahun dengan potensi nilai mencapai Rp5,07 triliun.

Pembiayaan ini ditujukan untuk mempercepat pengembangan transportasi publik berbasis listrik sekaligus mendorong peralihan menuju penggunaan energi rendah karbon di Jakarta.

Elektrifikasi armada transportasi publik menjadi salah satu langkah untuk mendukung pengurangan emisi dan meningkatkan keberlanjutan sistem mobilitas perkotaan. Dukungan pembiayaan diharapkan dapat membantu percepatan pengembangan armada ramah lingkungan sehingga layanan transportasi massal semakin mendukung kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi Bank Jakarta dan Transjakarta juga memperlihatkan peran sektor perbankan dalam mendukung pembangunan infrastruktur transportasi yang membutuhkan pembiayaan jangka menengah hingga panjang.

Kerja sama ketiga dilakukan Bank Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk mendukung pembangunan pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas.

Dalam kesepakatan tersebut, Bank Jakarta menyediakan fasilitas kredit dengan plafon Rp220 miliar dan jangka waktu 15 tahun.

Pembangunan pedestrian deck diharapkan memperkuat konektivitas antarmoda transportasi serta mempermudah mobilitas pejalan kaki di Dukuh Atas. Kawasan ini merupakan salah satu simpul penting integrasi transportasi publik di Jakarta.

Peningkatan akses bagi pejalan kaki menjadi bagian dari pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD), yakni konsep pembangunan yang mengintegrasikan kawasan perkotaan dengan jaringan transportasi massal.

Dengan konektivitas yang semakin baik, pengembangan kawasan tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan pemanfaatan transportasi publik.

Pramono Anung Dorong Sinergi Menuju Kota Global

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan transformasi Jakarta menuju Top 50 Global City pada 2030 membutuhkan keterlibatan seluruh elemen dalam ekosistem perkotaan.

Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan secara terpisah. Diperlukan sinergi antara BUMD, BUMN, dan perangkat daerah untuk memperkuat infrastruktur, konektivitas, teknologi informasi dan komunikasi, pemanfaatan energi terbarukan, serta kualitas pelayanan publik.

"Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh kesepakatan yang telah ditandatangani segera ditindaklanjuti melalui program konkret dengan target terukur dan tata kelola yang baik.

Pramono menilai keberhasilan kolaborasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya perjanjian yang dibuat, tetapi juga oleh dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak perjanjian yang ditandatangani, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Jakarta dari kerja sama ini,” tegasnya.

52 Kerja Sama Strategis

Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Saefullah Hidayat, mengatakan Pemprov DKI terus memperkuat kolaborasi antara BUMD, BUMN, dan perangkat daerah untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"BUMD memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Jakarta. Peran tersebut tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga mencakup pelayanan masyarakat dan penggerak perekonomian daerah," ujar Saefullah.

Adapun Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 52 kerja sama strategis hingga triwulan III 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 27 kerja sama BUMD dengan BUMN dan 25 sinergi antar-BUMD yang melibatkan 14 BUMD milik Pemprov DKI Jakarta.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari transportasi, infrastruktur digital, pengelolaan air bersih dan air limbah, penjaminan, hingga penyediaan produk dan jasa perbankan.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, sebanyak 15 kerja sama ditandatangani dengan cakupan sektor kesehatan, pembiayaan perumahan, pendidikan dan ketenagakerjaan, infrastruktur digital, energi rendah karbon, pengembangan kawasan, serta transportasi publik.

Di sektor kesehatan, delapan BUMD bekerja sama dengan Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA), yang menaungi 31 rumah sakit daerah. Kolaborasi tersebut meliputi dukungan rantai pasok pangan, pengelolaan limbah medis dan nonmedis, layanan air bersih, pembiayaan dan penjaminan, serta integrasi layanan wisata kesehatan dan perhotelan.

Pada sektor infrastruktur digital, PT Jakarta Infrastruktur Propertindo bekerja sama dengan PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia untuk pemanfaatan sarana telekomunikasi dan layanan konektivitas. Kerja sama dengan PT Danareksa (Persero) juga mencakup penyelenggaraan media periklanan, CCTV, pusat data, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu, pengembangan energi rendah karbon dilakukan melalui kolaborasi Perumda Paljaya dengan PT Pertamina (Persero) untuk menjajaki pemanfaatan limbah Fat, Oil, and Grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel. Transjakarta juga menjalin kerja sama dengan Pertamina dalam pengembangan ekosistem hidrogen dan pemanfaatan energi rendah karbon bagi transportasi publik.

Sinergi antar-BUMD turut diperkuat melalui kerja sama PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan PT MRT Jakarta dalam pengembangan kawasan, properti, serta konsep Transit-Oriented Development (TOD) pada jalur MRT Jakarta East–West.

Selain kerja sama bisnis dan infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi. Hingga akhir 2026, program tersebut direncanakan mencakup 16 kelas dengan total 320 peserta.

Materi pelatihan meliputi bahasa asing, pemasaran digital, pembuatan konten, juru gambar, housekeeping, hospitality, dan kelistrikan. Program ini diharapkan meningkatkan keterampilan serta kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja.

Menurut Saefullah, kemitraan lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perkotaan yang modern dan tangguh. “Dari 15 kerja sama tersebut, kami melihat bahwa masa depan Jakarta tidak dibangun secara sektoral, tetapi melalui kemitraan strategis lintas sektor. Sinergi adalah jembatan menuju ekosistem perkotaan yang tangguh, modern, dan mandiri,” ujarnya.

Melalui berbagai kerja sama tersebut, Pemprov DKI berharap BUMD semakin kompetitif, mampu mengembangkan inovasi usaha, dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Seluruh kesepakatan diharapkan segera direalisasikan melalui program yang memberikan manfaat nyata dan terukur bagi masyarakat.

x|close