Bahlil Bidik Nilai Hilirisasi Indonesia Tembus 618 Miliar Dolar AS pada 2040

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 16:25
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membuka Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membuka Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten (Antara)

Ntvnews.id, Banten - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menargetkan nilai hilirisasi Indonesia mencapai 618 miliar dolar AS pada 2040. Target tersebut akan didukung pengembangan industri pengolahan di berbagai sektor sumber daya alam.

Bahlil menilai hilirisasi menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Master plan ke depan hilirisasi Indonesia pada tahun 2040, target kita mencapai 618 miliar dolar AS. Dan hilirisasi ini sesungguhnya dilakukan dari semua sektor," kata Bahlil saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, program hilirisasi mencakup berbagai bidang, mulai dari mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, kehutanan, perikanan, hingga pertanian. Pemerintah berharap peta jalan tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui produksi barang dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Bahlil menegaskan Indonesia tidak ingin terus bergantung pada ekspor bahan mentah. Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan industri pengolahan serta ekosistem produksi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Baca Juga: Hilirisasi Bauksit Potensi Hemat Devisa Rp9 Triliun

Sebagai contoh, ia menyoroti perkembangan hilirisasi nikel yang dinilai mampu meningkatkan nilai ekspor komoditas tersebut secara signifikan.

Menurut Bahlil, nilai ekspor nikel Indonesia pada 2017–2018 masih berada di kisaran 3,3 miliar dolar AS. Setelah hilirisasi dan pembangunan industri pengolahan diperkuat, nilai ekspor meningkat menjadi 34 miliar dolar AS pada 2023 dan lebih dari 40 miliar dolar AS pada 2025.

Untuk 2026, pemerintah menargetkan nilai ekspor sektor mineral nikel mencapai sedikitnya 45 miliar dolar AS.

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa hilirisasi bukan hanya bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi langkah untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

Ia menambahkan, pengembangan industri nasional membutuhkan dukungan investasi, termasuk pada sektor energi baru terbarukan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pasar global terhadap produk yang dihasilkan melalui pemanfaatan energi bersih dan penerapan industri hijau.

Baca Juga: Minyak Sumur Rakyat Dibeli Pertamina, Bahlil Ungkap Skema Harganya

Bahlil pun mengajak para investor untuk memanfaatkan berbagai peluang investasi di Indonesia guna mengembangkan industri yang menghasilkan nilai tambah tinggi.

Melalui strategi hilirisasi, pemerintah berharap pemanfaatan sumber daya alam dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar internasional.

(Sumber: Antara)

x|close