Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab Blackout Batam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 18:42
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah dugaan penyebab pemadaman listrik atau blackout yang melanda Batam, Kepulauan Riau, pada Senin, 12 Oktober 2026. Gangguan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan teknis pada jaringan listrik, termasuk dampak petir dan kemungkinan adanya hewan yang terkena jaringan.

Bahlil mengatakan, pemerintah telah membahas perlunya perbaikan layanan kelistrikan di sejumlah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Ini kan saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan apa namanya? Perbaikan yang lebih intensif lagi. Agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.

Baca Juga: Blackout Batam, PLN: Sudah Pulih 100 Persen

Bahlil menyebut soal terjadinya blackout di Batam terdapat sejumlah persoalan teknis berdasarkan laporan yang diterimanya.

"Iya, ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam itu. Ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir dan menurut mereka (PLN) ya. Dan ada kesalahan teknis lah, kira-kira begitu," ujarnya.

Bahlil juga menyinggung kemungkinan adanya hewan yang terkena jaringan listrik sebagai salah satu faktor yang dilaporkan. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut hasil pemeriksaan teknis atas kejadian tersebut.

"Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena kelelawar atau apa, kira-kira begitu ya," kata Bahlil.

Terkait kemungkinan pemberian kompensasi kepada masyarakat yang terdampak pemadaman, Bahlil mengatakan akan membicarakannya terlebih dahulu dengan PT PLN (Persero).

"Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN. Karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan ya," ujarnya.

Pemadaman listrik di Batam pada Senin, 12 Oktober 2026 pagi dilaporkan berlangsung lebih dari 15 jam. Gangguan yang mulai terjadi sekitar pukul 06.20 WIB tersebut berdampak pada aktivitas rumah tangga, komunikasi, perdagangan, hingga mobilitas masyarakat.

Sejumlah layanan dasar juga dilaporkan terganggu, termasuk pasokan air bersih dan koneksi internet. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terhambat selama pemadaman berlangsung.

Hingga kini, dugaan penyebab yang disampaikan Bahlil masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis PLN. Bahlil sendiri menyatakan akan berkomunikasi dengan pihak PLN mengenai persoalan yang terjadi, termasuk kemungkinan kompensasi bagi masyarakat terdampak.

x|close