Danantara Indonesia Siapkan Dana Minimal 100 Juta Dolar AS per Tahun untuk Filantropi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 19:08
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani (kiri) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) dalam konferensi pers satu tahun Danantara Indonesia Trust di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani (kiri) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) dalam konferensi pers satu tahun Danantara Indonesia Trust di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Danantara Indonesia berkomitmen mengalokasikan pendanaan sedikitnya 100 juta dolar Amerika Serikat (AS) setiap tahun untuk Danantara Indonesia Trust. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan filantropi, khususnya di sektor kesehatan, pendidikan, dan sanitasi.

Komitmen itu disampaikan dalam peringatan satu tahun Danantara Indonesia Trust di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, lembaga itu juga meluncurkan tiga program kemitraan bersama Kementerian Kesehatan, Plan Indonesia, dan empat perguruan tinggi negeri di Indonesia.

"Danantara Indonesia memang berkomitmen untuk setiap tahunnya minimum memberikan pendanaan 100 juta dolar AS kepada Danantara Trust," ujar Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani.

Rosan menjelaskan bahwa pendanaan tersebut bertujuan memperluas manfaat sosial bagi masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya lembaga filantropi Indonesia yang mampu memberikan kontribusi di tingkat global.

Salah satu program prioritas yang dijalankan bersama Kementerian Kesehatan adalah pemberian beasiswa pendidikan dokter spesialis kepada 1.343 dokter. Bantuan tersebut mencakup biaya pendidikan serta biaya hidup selama menempuh studi.

Baca Juga: BUMN dan Danantara Siapkan Rp581 Miliar untuk Transformasi RSPP Jadi Indonesia Hospital

Program beasiswa ini diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan tenaga medis.

Rosan menjelaskan bahwa pendidikan dokter spesialis memerlukan waktu sekitar tiga hingga enam tahun. Selama masa pendidikan, para penerima beasiswa akan memperoleh dukungan biaya agar dapat berkonsentrasi menyelesaikan studi mereka.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan seluruh program. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Danantara Indonesia Trust akan menyampaikan laporan lengkap setiap tahun serta laporan kepada publik setiap tiga bulan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi pembentukan Danantara Indonesia Trust beserta dukungan pendanaannya untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program kesehatan nasional.

Budi menyampaikan bahwa dana sebesar Rp200 miliar dialokasikan untuk program vaksinasi human papillomavirus (HPV), yang bertujuan mencegah kanker serviks. Penyakit tersebut menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia.

Menurut Budi, kanker serviks mengakibatkan hampir 30 ribu kematian setiap tahun. Karena itu, dukungan pendanaan tersebut diharapkan mampu mempercepat program vaksinasi yang sebelumnya direncanakan berlangsung selama 15 tahun menjadi sekitar lima hingga 10 tahun.

Baca juga: Danantara Minta Maaf Mati Listrik di Batam, Segera Siapkan Pembenahan PLN

Selain vaksinasi HPV, persetujuan pendanaan sebesar Rp600 miliar juga diberikan untuk program beasiswa dokter spesialis. Program ini terutama diarahkan untuk memperkuat ketersediaan tenaga medis yang menangani penyakit dengan angka kematian tinggi, seperti stroke dan penyakit jantung.

Budi mencontohkan keterbatasan jumlah dokter spesialis di sejumlah daerah terpencil, termasuk Nias dan Papua Pegunungan, yang dapat menyulitkan penanganan pasien dalam kondisi darurat.

Melalui program beasiswa tersebut, dokter dari daerah-daerah itu akan memperoleh pendidikan dan pembiayaan selama tiga hingga empat tahun. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan kembali bertugas di daerah asal untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.

Budi berharap dukungan dari Danantara Indonesia Trust dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan sekaligus kesejahteraan masyarakat Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close