Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hingga batas penghentian sementara perdagangan atau trading halt saat pembukaan perdagangan Jumat 16 Oktober 2026.
Kondisi ini terjadi setelah penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka peluang penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Berdasarkan data RTI Business pukul 09.16 WIB, IHSG tercatat merosot 469,856 poin atau 8,01 persen ke level 5.393.
Penurunan tersebut membuat perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara selama 30 menit sesuai mekanisme trading halt ketika IHSG melemah hingga 8 persen.
Baca juga: Proyeksi IHSG Jumat 16 Oktober 2026, Cek Rekomendasi Saham BBCA dan TINS
Ilustrasi - Pengunjung melintas di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Antara)
Baca juga: IHSG Kamis Dibuka Melemah, Makin Jauh dari Level 6.000
Tekanan jual terjadi secara luas di pasar saham domestik. Sebanyak 595 saham tercatat melemah, sedangkan hanya 14 saham menguat dan 33 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Aktivitas perdagangan tercatat mencapai volume 5,360 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp905,152 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 105.728 kali.
Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp9.538,226 triliun.
Ilustrasi - Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Antara)