Minta Klarifikasi, BEI Jadwalkan Pertemuan Daring dengan MSCI Sore Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 14:41
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menyampaikan keterangan kepada wartawan di Ruang Media BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026). Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menyampaikan keterangan kepada wartawan di Ruang Media BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadwalkan pertemuan daring dengan penyedia indeks saham global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), pada Senin sore pukul 15.30 WIB untuk meminta klarifikasi terkait keputusan menempatkan pasar modal Indonesia dalam status konsultasi (consultation).

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa langkah tersebut diambil menyusul pengumuman MSCI pada Jumat, 16 Oktober 2026, pagi waktu Indonesia yang dinilai sangat mengejutkan, baik bagi pihak BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun para partisipan MSCI dan investor global.

"Terkait itu, nanti siang kami akan meeting online dengan MSCI. Kami segera minta waktu untuk bertemu dengan MSCI. Nanti setelah pertemuan saya update," ujar Jeffrey kepada wartawan di Ruang Media BEI, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

Jeffrey menjelaskan bahwa pihak BEI dan OJK sama sekali tidak menduga akan adanya pengumuman tersebut. Sebagian besar partisipan pasar dan investor global yang berkomunikasi dengan bursa juga terkejut dengan penetapan status tersebut.
 

Dampak dari pengumuman itu sempat memicu kepanikan, kebingungan, dan tingginya ketidakpastian di kalangan pelaku pasar. Guna meredam kepanikan agar investor tidak mengambil keputusan secara gegabah di tengah situasi yang tidak pasti, BEI mengambil kebijakan luar biasa dengan menyesuaikan batas bawah penghentian penurunan harga saham otomatis (Auto Rejection Bawah/ARB) dari 15 persen menjadi 7 persen.

Meskipun bukan langkah yang umum, Jeffrey menyebut kebijakan darurat tersebut dinilai cukup efektif memberikan waktu bagi investor untuk mencermati informasi sebelum bertindak. Berdasarkan pantauan perdagangan Sesi I hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah sekitar 5 persen dan belum menyentuh batas ARB 7 persen.

"Kebijakan ini akan kita review, tetapi dari review kita pagi sampai siang tadi, kebijakan itu cukup efektif untuk bisa meredam kepanikan," katanya.

Sepanjang akhir pekan, mulai dari Jumat hingga Minggu, BEI aktif memantau situasi serta berdiskusi dan mendengarkan berbagai masukan dari pelaku pasar. Pihak bursa berjanji akan segera menyampaikan perkembangan serta hasil klarifikasi resmi dari pertemuan sore ini dengan pihak MSCI.
 

Berdasarkan data penutupan perdagangan Sesi I Senin, IHSG ditutup merosot 261,85 poin atau 5,05 persen ke level 4.923,26. Aktivitas perdagangan mencatatkan 850 ribu kali transaksi dengan volume mencapai 15,90 miliar lembar saham senilai Rp10,01 triliun, di mana 43 saham menguat, 782 saham melemah, dan 138 saham stagnan.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close