Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPP Gekrafs) mematangkan persiapan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 melalui konferensi pers yang digelar di Novotel Jakarta Pulomas, Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026. Pertemuan ini menegaskan komitmen Gekrafs dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional yang puncaknya diperingati pada 24 Oktober mendatang.
Ketua Komite Hekrafnas 2026, Aqila Rahmani memaparkan bahwa perayaan tahun ini tidak dirancang sekadar perayaan seremonial, melainkan berfokus pada dampak nyata dan penguatan legasi bagi pelaku usaha.
"Hari Ekonomi Kreatif Nasional ini sebenarnya kami tidak menginginkan hanya seremonial saja, tapi kita juga ingin menunjukkan bahwa hari ini kita merayakan untuk berdampak dan meningkatkan legacy," ujar Aqila.
Ia menambahkan bahwa program Rekacipta Nusantara akan dilaksanakan di tujuh wilayah DPW untuk memunculkan potensi serta karakter ekonomi kreatif di daerah.
Sekretaris Jenderal DPP Gekrafs, Temi Sumarlin menjelaskan delapan program utama organisasi yang terangkum dalam Asta Karya. Salah satu pencapaian utama yang disoroti adalah terealisasinya skema pembiayaan perbankan berbasis Kekayaan Intelektual (IP).
"Gekrafs juga salah satu organisasi yang mendorong dari tahun pertama kami untuk bisa mendapatkan biaya atau pendanaan ataupun permodalan dari perbankan dengan menggunakan IP. Dan alhamdulillah tahun ini itu bisa terealisasi," jelas Temi.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) DPP Gekrafs, Osco Olfriady Letanggung mengungkapkan strategi perluasan jaringan Hekrafnas yang akan diselenggarakan di 17 negara untuk membuka akses pasar ekspor.
"Artinya, tidak hanya orang-orang dari European Union yang bisa masuk ke pasar Indonesia, tapi juga untuk mengeksplor karya-karya kita dari Indonesia. Intinya adalah memang Gekrafs sangat fokus," tutur Osco
Baca Juga: UMKM Dapat Potongan Biaya Admin 50 Persen di Shopee Cs Mulai 25 Oktober, Ini Syaratnya
Ketua Badan Komunikasi DPP Gekrafs, Riefian Fajarsyah (Ifan Seventeen) menyampaikan krusialnya strategi komunikasi publik dan pemanfaatan platform digital. Secara spesifik, ia menggarisbawahi pentingnya narasi publik yang konsisten melalui media sosial.
"Komunikasi publik bukan sekadar komunikasi acara, tapi komunikasi harus menjadi bagian daripada strategi perkembangan ekonomi kreatif," kata Ifan.
Narasi media sosial yang tepat dinilai mampu mengonversi karya kreatif menjadi nilai ekonomi nyata, sekaligus membuka peluang kerja baru.
Melengkapi hal tersebut, perwakilan Puteri Indonesia Intelegensia, Athalla Hartiana turut menyoroti tanggung jawab public figure dan generasi muda dalam mengedukasi masyarakat. Dukungan generasi muda sangat diperlukan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap nilai dan kualitas produk kreatif lokal.
Baca Juga: Gekrafs Jajaki Kolaborasi Industri Kreatif AS, Tawarkan Desain Museum Interaktif
Jajaran pengurus DPP Gekrafs saat memaparkan rangkaian agenda Hekrafnas 2026 dalam konferensi pers di Novotel Jakarta Pulomas, Jakarta, Senin (19/10/2026). (Istimewa)