Dirut Pertamina Jamin Kelangkaan BBM di Bali Tak Terjadi Lagi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 17:37
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dan Gubernur Bali Wayan Koster memberikan keterangan pers terkait kondisi distribusi BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Bali, S Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dan Gubernur Bali Wayan Koster memberikan keterangan pers terkait kondisi distribusi BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Bali, S (Antara)

Ntvnews.id, Bali - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan komitmen tegas dan permohonan maaf secara terbuka menyusul insiden kelangkaan serta antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang melanda wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir.

“Kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” ujar Simon seusai memimpin rapat koordinasi penanganan distribusi BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Bali, pada hari Senin, 19 Oktober 2026.

Dalam kesempatan yang sama, ia secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Pulau Dewata atas ketidaknyamanan yang timbul akibat gangguan pasokan dan distribusi energi tersebut.

“Saya atas nama Pertamina Grup sebagai Direktur Utama dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.
 

Simon turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kesabaran yang ditunjukkan oleh warga Bali, serta sinergi dan dukungan penuh dari berbagai unsur pimpinan daerah, mulai dari Gubernur Bali, Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, hingga jajaran instansi terkait lainnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernur Wayan Koster telah memberlakukan kebijakan pembatasan pembelian BBM Pertalite menggunakan skema nomor polisi ganjil-genap pada 17 hingga 19 Oktober 2026. Menimbang hasil positif di lapangan, kebijakan tersebut kemudian diperpanjang hingga 23 Oktober 2026 dengan evaluasi berkala.

Di sisi lain, jajaran TNI dan Polri turut terjun langsung untuk membantu pengamanan, mengurai titik-titik kemacetan dan antrean di SPBU, hingga menyediakan personel tambahan guna memperbantukan tenaga operator SPBU serta pengemudi truk tangki BBM.

Berkat berbagai langkah mitigasi tersebut, situasi di lapangan kini berangsur kondusif. Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dilaporkan telah berkurang secara signifikan, bahkan kondisi di kawasan Denpasar dan Kabupaten Badung terpantau kembali normal. Tidak hanya menyuplai bahan bakar subsidi jenis Pertalite, Pertamina juga memastikan pengiriman stok BBM nonsubsidi seperti Pertamax berjalan lancar.
 

Berdasarkan data operasional, rata-rata tingkat konsumsi harian untuk BBM Pertalite di Bali dalam kondisi normal berada di kisaran 2.200 kiloliter, sedangkan Pertamax mencapai sekitar 1.000 kiloliter. Kendati demikian, lonjakan permintaan sempat terjadi selama periode kelangkaan di mana konsumsi harian Pertalite melonjak hingga menembus angka sekitar 3.000 kiloliter.

“Kami telah melakukan evaluasi dan akan terus melakukan upaya-upaya terbaik agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik pada masa mendatang,” pungkas Simon.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close