Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menjelaskan bahwa pemerintah akan menjaga defisit APBN 2026 tetap sesuai target outlook sebesar 2,85% dari PDB.
“Itu outlook yang kita jaga dan menjadi working agenda kita sampai akhir tahun,” kata Suahasil, di Istana Negara, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.
Suahasil mengatakan belanja negara diproyeksikan akan mencapai Rp 1.300 triliun pada kuartal IV-2026. Angka belanja negara ini lebih tinggi dibandingkan dengan belanja kuartal IV-2025.
“Dengan belanja pemerintah yang lebih tinggi berarti dorongan dari belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga akan ada efek positif,” kata dia.
Belanja negara ini, kata Suahasil, diharapkan menumbuhkan ekonomi. Tetapi, di sisi lain, APBN juga melindungi masyarakat dan dilaksanakan dengan cara yang efisien.
“Sehingga kredibel,” kata dia.
Baca Juga: Korsel Ungkap Peretasan di 16 Perusahaan Keuangan, Ratusan Ribu Kasus Kebocoran Data Terungkap
Suahasil menjelaskan bahwa efisiensi anggaran akan menjadi pekerjaan yang berkelanjutan. Dia menjelaskan bahwa pelaksanaan anggaran akan terus dikoreksi.
“Kita selalu mencari ruang untuk membuat, apakah memang perlu sedemikian besar,” ujar dia.
Suahasil menyontohkan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengalami perubahan pengelolaan yang luar biasa.
“Itu dilakukan oleh manajemen BGN, yang baru. Sehingga dengan manajemen yang baru, punya pengelolaan yang baru, kemudian efisiensinya terbentuk. Dengan demikian, nanti kita pahami bahwa akan ada pelaksanaan anggaran yang lebih efisien,” ucap dia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kondisi perekonomian Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara (NTVnews)