Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyebut bahwa pada kuartal IV-2026, APBN akan belanja sekitar Rp 1.300 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan belanja negara sebesar Rp 1.200 triliun pada kuartal IV-2025.
“Jadi, belanja APBN lebih tinggi dibandingkan kuartal IV tahun lalu,” kata Suahasil, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2027=6.
Suahasil mengatakan bahwa belanja yang digelontorkan pemerintah pada kuarta IV-2026 ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat. Termasuk layanan publik pemerintah dan perlindungan sosial.
“Bantuan pangan sudah mulai bergulir untuk kuartal IV dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi, dan mendorong kegiatan government expenditure di perekonomian kita,” ujar dia.
Suahasil menjelaskan bahwa salah satu aspek yang disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto yaitu bagaimana APBN terus bekerja di tengah kondisi global. Menurut Suahasil, kondisi ekonomi dunia cukup volatile.
Baca Juga: Menko Airlangga dan Menkeu Suahasil Kompak Laporkan Ekonomi Indonesia Tetap Stabil ke Prabowo
“Amerika Serikat diperkirakan terus meningkat terus, termasuk inflasinya masih tinggi. Lalu Eropa juga mengalami kondisi yang kita tahu cukup volatile,” kata dia.
Suahasil menjelaskan kondisi ekonomi makro Indonesia dan kondisi transaksi masyarakat masih sangat tangguh.
“Jadi kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap akan mendorong pertumbuhan,” jelas dia.
Suahasil menerangkan Kementerian Keuangan akan terus menelaah efisiensi anggaran. Menurut dia, efisiensi anggaran bukan berarti menyetop anggaran.
“Yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan adalah bagian dari langkah-langkah akhir tahun yang memang secara rutin dilakukan untuk memastikan anggaran itu terlaksana namun tetap dilaksanakan dengan efisiensi,” kata dia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kondisi perekonomian Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara (NTVnews)