Ditinggal Purbaya, Pemerintah Bakal Lanjutkan Satgas Debottlenecking

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 13:06
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa berjalan keluar gedung seusai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan usai dilantik oleh Pres Arsip - Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa berjalan keluar gedung seusai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan usai dilantik oleh Pres (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah akan kembali melanjutkan upaya penguraian hambatan usaha melalui Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking.

Langkah ini dilakukan untuk mendorong kinerja ekspor nasional, termasuk dari sektor manufaktur, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026.

Hal tersebut diungkapkan saat pembahasan mengenai kondisi perekonomian dan penguatan ekspor menjadi salah satu agenda dalam pertemuan tim ekonomi dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin 19 Oktober 2026.

“Hari ini Bapak Presiden memanggil tim ekonomi. Terutama untuk mengupdate situasi perekonomian menjelang akhir tahun ini dan juga sekaligus dalam rangka dua tahun pemerintahan Pak Presiden, Pak Prabowo,” ucap Airlangga dalam keterangan tertulis, Selasa 20 Oktober 2026.

Baca Juga: Airlangga Sebut Satgas Debottlenecking Selesaikan 124 Aduan Perusahaan dari 170 Laporan

Kemudian pertemuan tersebut juga membahas sejumlah indikator utama perekonomian, mulai dari pertumbuhan ekonomi, perkembangan inflasi, kondisi makro sektor perbankan, hingga realisasi investasi.

Pada keterangan pers tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa kondisi perekonomian nasional relatif stabil.

Pembahasan juga mencakup perkembangan berbagai indikator makroekonomi sebagai bahan evaluasi terhadap kondisi perekonomian sekaligus langkah yang perlu diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ke depan.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa pertemuan turut membahas upaya peningkatan ekspor nasional.

Penguatan kinerja ekspor akan didorong melalui berbagai sektor, termasuk manufaktur, dengan mengoptimalkan potensi produksi dalam negeri dan memperluas kontribusi sektor-sektor produktif terhadap perdagangan internasional.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah akan mengidentifikasi dan mengatasi berbagai hambatan yang berpotensi mengurangi kinerja ekspor.

Baca Juga: Airlangga: Pemerintah Perkuat Debottlenecking Channel demi Kepastian Investasi

Langkah debottlenecking tersebut akan dilaksanakan melalui Satgas yang telah mendapat penugasan dari Presiden, sehingga kendala yang menghambat aktivitas ekspor dapat ditangani secara lebih terarah.

“Jadi ekspor kita akan pacu dari seluruh sektor termasuk manufaktur sehingga berbagai hal yang bisa mengurangi ekspor nanti akan kita debottlenecking yang sudah diberikan penugasan oleh Bapak Presiden melalui Satgas,” jelas Menko Airlangga.

Melalui evaluasi kondisi makroekonomi dan penguatan koordinasi lintas sektor, Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas perekonomian sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Penguatan ekspor diharapkan dapat berjalan seiring dengan terjaganya momentum pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun.

x|close