A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Bursa RI Dihantam MSCI, OJK Sayangkan Aksi Jual Saham karena Panik - Ntvnews.id

Bursa RI Dihantam MSCI, OJK Sayangkan Aksi Jual Saham karena Panik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 18:54
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pjs. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Februari 2026 di Jakarta, Sel Pjs. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Februari 2026 di Jakarta, Sel (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyayangkan aksi investor yang menjual saham karena kepanikan di tengah tekanan sentimen penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia.

Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, kepanikan yang muncul akibat informasi yang datang secara mendadak perlu diimbangi dengan kejelasan informasi yang terverifikasi.

"Kita harapkan tidak terjadi kepanikan berkelanjutan. Faktor ketakutan yang mungkin diakibatkan dari informasi yang datang terlalu mendadak dan perlu waktu untuk dicerna tentu kita harapkan akan lebih cepat kemudian dapat diimbangi dengan kejelasan dan informasi yang sifatnya terverifikasi," ucap Hasan, Selasa 20 Oktober 2026.

Meski demikian, Hasan mengakui aksi jual dan beli adalah dinamika pasar yang wajar.

Baca juga: OJK Laporkan Kondisi di Pasar Modal Indonesia Pascapengumuman MSCI ke Prabowo

Namun, ia berharap investor dapat mengambil keputusan investasi berdasarkan informasi yang lengkap, bukan semata-mata karena ketakutan terhadap kondisi pasar.

"Ada yang menjual, ada yang membeli, saya kira pada akhirnya itulah dinamika pasar. Tapi kalau menjual hanya karena kepanikan, ketakutan yang tidak berlandaskan informasi yang lengkap, tentu sangat disayangkan, demikian juga sebaliknya," lanjutnya.

Hasan menjelaskan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyampaikan hasil pertemuan terkait perkembangan pasar modal sekaligus merespons kondisi terkini melalui serangkaian kebijakan.

Ia menyebut kebijakan itu dapat menjawab kebutuhan pasar serta meredam potensi kepanikan yang berkelanjutan di kalangan investor.

"Kita ingin melihat kembali pelaksanaan transaksi di bursa kita berlangsung dengan wajar dalam arti seluruh informasi secara simetris sudah ada di tangan para investor kita. Dan itulah yang kemudian kita harapkan menjadi sumber utama yang menentukan strategi dan langkah keputusan investasi masing-masing," jelasnya.

Baca juga: Usai Bertemu MSCI, BEI Siapkan Aturan Baru soal Pemegang Saham 1 Persen dan Saham HSC

Seperti diketahui, penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka peluang penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

MSCI menyatakan bahwa kekhawatiran pelaku pasar telah meningkat signifikan mengenai kemampuan investasi di pasar modal Indonesia, termasuk mengenai ketidakjelasan yang terus berlanjut dalam struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi.

x|close