Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan fundamental perekonomian Indonesia masih terjaga di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi pasar keuangan, termasuk sentimen negatif yang berkaitan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Airlangga menyampaikan sejumlah indikator makroekonomi nasional masih memperlihatkan kinerja positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Kondisi makroekonomi kami sampaikan kepada Bapak Presiden, pertumbuhan ekonomi 5,45 persen, tingkat inflasi masih dalam range 2,5 plus minus 1 persen," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Selain pertumbuhan ekonomi dan inflasi, Airlangga melaporkan indeks manajer pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) berada di level 52. Sementara itu, indeks keyakinan konsumen tercatat mencapai 118.
Dari sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 146 miliar dolar AS. Jumlah tersebut dinilai mampu membiayai kebutuhan impor nasional selama sekitar 6,5 bulan.
Baca Juga: Airlangga Ungkap Menko Mulai Gunakan Maung sebagai Mobil Dinas
Airlangga juga menyoroti perkembangan sektor perbankan yang menunjukkan pertumbuhan penyaluran kredit sekitar 13 persen. Adapun rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) masih berada pada tingkat yang relatif rendah.
Menurutnya, capaian berbagai indikator tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika perekonomian dunia.
Di sektor riil, pemerintah turut mencatat ketersediaan pangan nasional yang memadai. Stok beras Indonesia berada di atas 5 juta ton, sedangkan nilai tukar petani (NTP) meningkat hingga sekitar 130.
Airlangga tidak menampik adanya tekanan sentimen di pasar keuangan, termasuk yang berkaitan dengan MSCI. Namun, ia menilai kondisi tersebut tidak secara otomatis mencerminkan keadaan perekonomian Indonesia secara menyeluruh.
"Memang dari segi sentimental seperti yang kemarin dibahas, ada riak-riak seperti MSCI, tetapi kan itu bukan sesuatu yang mengganggu secara keseluruhan dan banyak rating agensi lain juga bisa menilai perekonomian kita," imbuhnya.
Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya menjaga kepercayaan pelaku pasar di tengah gejolak tersebut. Upaya itu disebut mulai menunjukkan hasil, seiring dengan pergerakan pasar saham yang kembali menguat.
"Kita menenangkan pasar dan hari ini kan kita lihat juga sudah berada di dalam jalur hijau," imbuhnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto (NTVnews)