OJK: Penyaluran Kredit Melawan Rentenir Tembus Rp64,8 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 21:12
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan penyaluran kredit melalui program pembiayaan melawan rentenir mencapai Rp64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan penyaluran kredit melalui program pembiayaan melawan rentenir mencapai Rp64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur.

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan penyaluran kredit melalui program pembiayaan melawan rentenir mencapai Rp64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur.

Selain program pembiayaan melawan rentenir, OJK juga mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.

"Program kredit pembiayaan melawan rentenir telah menyalurkan Rp64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur. Kemudian kredit pembiayaan sektor prioritas Rp5,4 triliun kepada lebih dari 103.000 debitur," ucap Friderica saat sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Convention Centre, Jakarta, Kamis 22 Oktober 2026.

Selain memperluas akses kredit, OJK juga mendorong inklusi keuangan melalui program Satu Rekening Satu Pelajar.

Baca juga: OJK: Prabowo Tak Tantang MSCI, Upayakan RI Tetap Emerging Market

Melalui program tersebut, OJK bekerja sama dengan berbagai pelaku jasa keuangan, termasuk bank nasional dan bank daerah, untuk memberikan edukasi keuangan sekaligus memfasilitasi pembukaan rekening bagi pelajar.

Friderica menjelaskan, pelajar dapat membuka rekening melalui produk Simpanan Pelajar (Simpel) dengan setoran awal mulai Rp5.000.

"Kami memberikan edukasi kepada anak-anak dan juga dibantu dengan seluruh pelaku jasa keuangan, baik bank nasional, bank daerah dan lain-lain, untuk membukakan yang disebut dengan Simpel, Simpanan Pelajar, dengan modal awal itu hanya sebesar Rp5.000 sudah bisa buka rekening," lanjutnya.

Dalam hal ini, OJK telah melakukan edukasi keuangan ke sejumlah sekolah, termasuk Sekolah Rakyat, untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya menabung dan mengelola keuangan sejak dini.

Baca juga: Eks Mendag Tuding Singapura Pakai MSCI Buat Tekan Pasar Saham Indonesia, OJK: Kita Kerja Saja

Program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menabung sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

"Kami sudah datang juga ke sekolah rakyat dan sebagainya, tadi adik-adik kita yang menyanyikan lagu untuk kita semua itu adalah dari sekolah rakyat binaan bapak presiden secara langsung," tandasnya.

x|close