Menko Pangan Percepat Penyaluran Bantuan Oktober-Desember

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 13:24
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) ditemui usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) ditemui usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan bahwa penyaluran bantuan pangan untuk alokasi bulan Oktober, November, dan Desember 2026 akan dipercepat guna membantu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Kebijakan percepatan penyaluran bantuan ini telah mendapatkan persetujuan langsung dari Presiden sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial, sekaligus menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga di tengah tren peningkatan permintaan pangan pada periode akhir tahun.

“Untuk menjawab keluhan masyarakat soal harga (pangan), El Nino, dan seterusnya, Pak Presiden putuskan, beliau setujui bantuan pangan untuk 33,2 juta (keluarga penerima manfaat) desil satu sampai desil empat kita percepat,” ujar Zulhas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan yang berlangsung di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada hari Senin, 26 Oktober 2026.

Program bantuan ini secara khusus menyasar sebanyak 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam kelompok desil satu hingga desil empat, yang dinilai paling membutuhkan uluran tangan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
 

Dalam skema penyalurannya, setiap KPM akan memperoleh alokasi beras sebanyak 10 kilogram setiap bulannya untuk periode Oktober, November, dan Desember, sehingga total bantuan yang diterima oleh masing-masing keluarga mencapai 30 kilogram sekaligus.

Pemerintah menargetkan agar seluruh proses distribusi bantuan ini dapat diselesaikan sebelum bulan Desember tiba, sehingga masyarakat bisa menerima pasokan beras lebih awal dari jadwal yang telah direncanakan sebelumnya.

“Sebelum Desember ini diselesaikan, masing-masing keluarga penerima manfaat mendapatkan beras 30 kilogram untuk alokasi Oktober, November, dan Desember,” jelas Zulhas.

Secara keseluruhan, total kebutuhan beras untuk menyukseskan program ini diperkirakan mendekati angka 1 juta ton. Pasokan tersebut disiapkan oleh pemerintah melalui optimalisasi pemanfaatan cadangan beras guna memperkuat jaring pengaman sosial nasional.

Zulhas menuturkan bahwa keputusan penting mengenai percepatan penyaluran bantuan pangan beras ini diambil melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang matang bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
 

Ia juga menegaskan bahwa bantuan pangan ini diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, agar para keluarga penerima memiliki kepastian serta ketenangan dalam memperoleh pasokan beras selama tiga bulan berturut-turut hingga penghujung tahun.

Melalui langkah cepat ini, pemerintah berharap ketahanan pangan masyarakat semakin tangguh dalam menghadapi lonjakan kebutuhan akhir tahun, serta mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Program ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan agar cadangan beras nasional dapat memberikan manfaat secara langsung, cepat, terarah, dan tepat sasaran kepada seluruh masyarakat yang berhak.

“Tolong dicatat betul ini diberitakan agar keluarga yang memerlukan itu punya ketenangan untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat. Masing-masing dapat di 10 kg untuk alokasi Oktober, November, Desember, jadi 30 kilogram sekaligus,” pesan Zulhas.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close