Samsung Didenda di Korsel, Galaxy S21 dan S22 Disorot Gegara Performa Gaming

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 14:02
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Samsung menghadapi sanksi denda di Korea Selatan (Korsel). (Foto: Istimewa via GSM Arena) Samsung menghadapi sanksi denda di Korea Selatan (Korsel). (Foto: Istimewa via GSM Arena)

Ntvnews.id, Jakarta - Samsung menghadapi sanksi denda di Korea Selatan (Korsel) setelah dinilai melakukan pemasaran yang menyesatkan terkait performa gaming sejumlah perangkatnya, termasuk Galaxy S21, Galaxy S22, dan Galaxy Tab S8.

Melansir GSM Arena, Rabu (28/10/2026), kasus ini bermula dari klaim pemasaran Samsung yang menjanjikan "pengalaman bermain game seluler terbaik". Namun, perusahaan dinilai tidak mengungkapkan secara jelas bahwa fitur Game Optimizing Service (GOS) justru membatasi kinerja perangkat saat menjalankan game berat.

GOS merupakan fitur bawaan Samsung yang secara otomatis membatasi kinerja prosesor (CPU) dan pengolah grafis (GPU) untuk mengelola beban perangkat. Pembatasan tersebut dapat memicu sejumlah masalah saat bermain game, seperti layar tersendat, lag, hingga penurunan kualitas grafis.

Kondisi ini memicu keluhan dari sebagian pengguna Samsung dan menarik perhatian Komisi Perdagangan Adil Korea Selatan (FTC). Menurut FTC, Samsung melakukan praktik pemasaran yang menyesatkan karena tidak menjelaskan secara memadai batasan performa yang diterapkan melalui GOS.

Pengadilan kemudian menjatuhkan denda kepada raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut. Menanggapi persoalan ini, Samsung merilis pembaruan perangkat lunak pada Maret 2022 yang memungkinkan pengguna mengatur atau menonaktifkan pembatasan kinerja GOS.

Langkah tersebut diambil untuk mengatasi keluhan terkait performa gaming pada perangkat yang terdampak. Samsung sendiri berpendapat bahwa GOS dirancang sebagai fitur pengelolaan perangkat untuk menjaga stabilitas dan keamanan, terutama ketika pengguna bermain game dalam waktu lama.

Meski demikian, Samsung tidak sependapat dengan putusan tersebut dan berencana mengajukan banding. Perusahaan menilai tidak melakukan pelanggaran, dengan alasan pembaruan untuk mengatasi persoalan GOS telah dirilis tidak lama setelah masalah tersebut mencuat.

Selain kasus ini, sejumlah gugatan lain terkait GOS, baik di Korea Selatan maupun di luar negeri, dilaporkan telah diselesaikan atau ditarik.

Kasus tersebut kembali menyoroti pentingnya transparansi produsen smartphone dalam menjelaskan kemampuan perangkat, terutama ketika fitur bawaan dapat memengaruhi performa yang dijanjikan kepada konsumen.

x|close