Respons Menkomdigi Soal Ancaman Pemutusan Akses Internet oleh Singapura

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 14:41
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Antara)


Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memberikan tanggapan tegas atas pernyataan provokatif mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, yang sempat melontarkan ancaman pemotongan akses internet Indonesia melalui isu ketergantungan konektivitas.

Meutya menegaskan bahwa narasi ketergantungan sepihak tersebut tidak tepat. Pasalnya, sebagian besar jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura justru melintasi wilayah perairan kedaulatan Indonesia.

Dengan posisi geografis dan infrastruktur tersebut, Meutya mengingatkan bahwa apabila jalur kabel laut itu mengalami gangguan, Singapura justru akan menanggung dampak kerugian yang jauh lebih besar, yakni terancam lumpuhnya sekitar 80 persen kapasitas konektivitas digital mereka.

Selain faktor infrastruktur fisik, Menkomdigi juga menyoroti kekuatan posisi tawar strategis Indonesia di kancah global. Dengan jumlah populasi mencapai 267 juta jiwa atau sekitar 47 kali lipat lebih besar dibanding Singapura, Indonesia merupakan pasar digital raksasa yang sangat menentukan bagi ekosistem teknologi dunia.
 

“Penduduk Indonesia jumlahnya 47 kali lipat dari Singapura. 267 juta masyarakat terhubung ke internet. Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura,” ujar Meutya melalui akun Instagram pribadinya, Rabu, 28 Oktober 2026.

Meski demikian, Meutya menekankan pentingnya menjaga kedewasaan dalam merespons dinamika geopolitik digital. Ia menyatakan bahwa infrastruktur telekomunikasi merupakan sektor vital yang harus dijaga bersama demi menjamin kelancaran konektivitas global, alih-alih saling melempar ancaman.

“Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara, tapi juga untuk konektivitas global,” tegasnya.

Isu ketergantungan internet ini sebelumnya mencuat usai Calvin Cheng mengunggah infografis berjudul "Indonesia's Internet Dependence on Singapore" di akun X pribadinya @calvinelcheng pada Minggu, 25 Oktober 2026. Unggahan yang mengklaim bahwa 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia bertumpu pada Singapura itu disertai pertanyaan bernada provokatif, "Cut?" atau "Potong?".

Kendati sempat memicu reaksi publik, Calvin belakangan meralat dan mengklarifikasi bahwa negaranya tidak akan mengambil langkah ekstrem tersebut. Pernyataan kontroversial itu sendiri diduga dilatarbelakangi oleh ketegangan diplomasi menyusul kebijakan pembatasan pasokan gas alam dari Indonesia ke Singapura.
 
 
(Sumber: Antara)