Panangian Sebut Lelang Aset BTN Jadi Peluang Emas Kelas Menengah Terjun ke Dunia Bisnis Hunian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Nov 2026, 16:12
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pengamat properti yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen BTN, Panangian Simanungkali Pengamat properti yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen BTN, Panangian Simanungkali

Ntvnews.id, Jakarta - Peluang bisnis di sektor properti kini semakin terbuka bagi kalangan kelas menengah, khususnya melalui mekanisme lelang aset dengan kisaran harga Rp200 juta hingga Rp500 juta. Pengamat properti yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen BTN, Panangian Simanungkalit, menilai bahwa kombinasi harga yang kompetitif, kemudahan akses pembiayaan, serta keterbukaan informasi digital telah memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk merambah usaha jual beli properti.

Menurut Panangian, peluang emas ini tumbuh di tengah sikap selektif para investor besar yang cenderung berhati-hati terhadap aset bernilai di atas Rp1 miliar. Sebaliknya, pada segmen harga yang lebih terjangkau, lelang aset properti seperti yang dihadirkan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli yang berorientasi melakukan renovasi untuk dijual kembali (flipping) maupun untuk dihuni sendiri.

“Ini akan menciptakan property-preneur di kalangan menengah. Bahkan mungkin menengah ke bawah,” ungkap Panangian dalam diskusi bertema lelang properti BTN yang digelar di Jakarta baru-baru ini.

Ia mengibaratkan model bisnis tersebut mirip dengan industri perdagangan mobil bekas: pelaku usaha membeli unit properti, melakukan perbaikan atau peremajaan bangunan, lalu melepasnya kembali dengan nilai jual yang lebih tinggi. Faktor penentu utama dalam pola bisnis ini terletak pada harga perolehan awal yang menarik serta ketersediaan skema pembiayaan yang mendukung.
 

Tren positif tersebut turut tercermin dari performa penjualan aset BTN. Berdasarkan data perseroan, volume aset yang berhasil terjual melalui lelang sejak Agustus 2026 telah melampaui pencapaian kumulatif sepanjang tahun 2025. Memasuki kuartal keempat, tercatat sebanyak 6.000 agunan telah didaftarkan untuk dilelang dari target total 10.000 agunan hingga penghujung 2026.

BTN sendiri mematok target ambisius agar rasio keberhasilan lelang nasional (success rate) dapat menyentuh angka 35% pada akhir tahun, meningkat dari posisi saat ini yang berada di kisaran 21%. Wilayah Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara tercatat menjadi salah satu motor penggerak utama dalam mendongkrak penjualan aset perseroan.

Lebih lanjut, Panangian berpandangan bahwa masifnya penetrasi informasi berbasis digital turut mendemokratisasi pasar lelang, sehingga dapat diakses oleh lapisan masyarakat yang lebih luas. Calon pembeli kini dapat dengan mudah memantau ketersediaan aset di wilayah spesifik yang diincar, sebelum kemudian melanjutkan tahap peninjauan langsung ke lapangan (survey).

“Jadi orang sudah bisa melihat propertinya melalui digital platform,” jelasnya.
 

Dalam memasarkan aset lelangnya, BTN memanfaatkan berbagai kanal digital seperti aplikasi Bale by BTN, situs web Bale Lelang, platform media sosial, hingga kolaborasi dengan portal properti ternama seperti Rumah123 dan Pinhome. Strategi pemasaran ini berjalan optimal berkat sinergi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) beserta jajaran Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) serta jaringan agen properti. Guna meringankan beban finansial pembeli, BTN juga menyediakan fasilitas pembiayaan melalui program KPR Maju.

Di luar potensi bisnis jual-beli, Panangian melihat bahwa pasar lelang properti juga menjadi solusi ideal bagi masyarakat yang mendambakan hunian di lingkungan yang sudah akrab dengan keseharian mereka. Sebagai contoh, keluarga yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah kontrakan suatu kawasan dapat memanfaatkan lelang ini untuk memiliki rumah sendiri tanpa harus terusir dari lingkungan sosial, keluarga, dan akses transportasi yang sudah mapan.

“End-user pasti ada, terutama di lokasi-lokasi yang sudah matang,” tuturnya.

Dengan demikian, daya tarik utama lelang properti BTN tidak hanya bertumpu pada prospek keuntungan sebagai instrumen bisnis semata, melainkan juga memberikan jalan keluar bagi masyarakat luas untuk memiliki hunian permanen di kawasan yang telah berkembang pesat.
 
(Sumber: Antara)