Ntvnews.id, Jakarta - Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin memudahkan seseorang untuk membuat gambar dengan tampilan realistis. Bahkan, pengguna kini bisa menghasilkan foto bergaya profesional hanya dengan memasukkan deskripsi atau perintah teks melalui aplikasi AI.
Foto AI realistis banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konten media sosial, foto profil, materi promosi, hingga kebutuhan desain kreatif.
Namun, membuat gambar AI yang terlihat seperti foto sungguhan tidak selalu mudah. Hasilnya terkadang terlihat terlalu halus, memiliki pencahayaan tidak wajar, atau menampilkan detail wajah dan objek yang kurang proporsional.
Lantas, bagaimana cara membuat foto AI yang realistis? Kunci utamanya terletak pada pemilihan aplikasi, penyusunan prompt yang jelas, serta proses penyempurnaan gambar.
Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh pemula.
1. Apa Saja Aplikasi AI yang Bisa Digunakan untuk Membuat Foto Realistis?
Saat ini tersedia berbagai aplikasi dan layanan berbasis AI yang dapat digunakan untuk menghasilkan gambar dari perintah teks maupun mengedit foto yang sudah ada.
Beberapa pilihan yang bisa dicoba antara lain:
ChatGPT Images
ChatGPT menyediakan fitur pembuatan dan pengeditan gambar menggunakan instruksi bahasa sehari-hari.
Pengguna cukup menjelaskan gambar yang ingin dibuat, termasuk subjek, latar belakang, pencahayaan, komposisi, dan gaya visual.
Selain membuat gambar baru, pengguna juga bisa mengunggah foto referensi untuk membantu mengarahkan hasil gambar atau melakukan pengeditan tertentu.
Panduan penggunaannya tersedia melalui situs resmi OpenAI.
Google Gemini
Google Gemini memiliki kemampuan menghasilkan dan mengedit gambar menggunakan instruksi teks.
Pengguna dapat menjelaskan objek, suasana, lokasi, komposisi, hingga gaya fotografi yang diinginkan.
Gemini juga mendukung proses pengeditan secara bertahap sehingga pengguna bisa meminta perubahan tertentu tanpa harus membuat gambar dari awal.
Adobe Firefly
Adobe Firefly merupakan platform AI generatif yang menyediakan fitur pembuatan gambar dari deskripsi teks.
Pengguna dapat menentukan gaya visual, komposisi, pencahayaan, serta berbagai elemen gambar sesuai kebutuhan.
Platform ini juga dapat digunakan untuk mendukung proses kreatif dan pengeditan visual.
Baca Juga: Mengapa WhatsApp Web Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
2. Bagaimana Cara Membuat Foto AI yang Realistis?
Setelah memilih aplikasi, pengguna dapat mulai membuat gambar dengan mengikuti beberapa langkah berikut.
Langkah 1: Tentukan Konsep Foto
Sebelum menulis prompt, tentukan terlebih dahulu konsep gambar yang ingin dibuat.
Misalnya, foto seorang perempuan sedang menikmati kopi di kafe, potret profesional untuk kebutuhan pekerjaan, atau foto liburan di pantai.
Semakin jelas konsep yang ditentukan, semakin mudah AI memahami hasil visual yang diinginkan.
Beberapa hal yang perlu dipikirkan meliputi:
-
Subjek utama yang akan ditampilkan.
-
Lokasi atau latar belakang foto.
-
Pakaian dan aksesori.
-
Ekspresi serta posisi tubuh.
-
Suasana dan pencahayaan.
-
Sudut pengambilan gambar.
Langkah 2: Tulis Prompt yang Detail dan Spesifik
Prompt merupakan instruksi teks yang diberikan kepada AI untuk menghasilkan gambar.
Untuk mendapatkan foto yang realistis, hindari hanya menggunakan perintah singkat seperti "buat foto perempuan cantik di kafe".
Sebaliknya, jelaskan detail visual yang diinginkan agar AI memiliki gambaran lebih jelas.
Contohnya:
"Buat foto realistis seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun sedang duduk di kafe modern dengan jendela besar. Ia mengenakan kemeja putih dan celana jeans, sambil memegang secangkir kopi. Cahaya matahari pagi masuk dari jendela, menghasilkan pencahayaan alami yang lembut. Gunakan gaya fotografi editorial, komposisi candid, detail kulit alami, dan latar belakang sedikit buram seperti hasil kamera profesional."
Instruksi tersebut memberikan informasi lebih lengkap mengenai subjek, lokasi, pakaian, pencahayaan, dan gaya fotografi.
Google DeepMind dalam panduan pembuatan gambar Gemini juga menyarankan pengguna menjelaskan enam elemen penting dalam prompt, yaitu subjek, komposisi, aksi, lokasi, gaya, dan instruksi pengeditan.
Langkah 3: Gunakan Istilah Fotografi agar Hasil Lebih Natural
Salah satu trik membuat foto AI terlihat lebih realistis adalah menggunakan istilah yang biasa dipakai dalam dunia fotografi.
Beberapa istilah yang bisa dimasukkan ke dalam prompt antara lain:
-
Photorealistic: menghasilkan gambar dengan tampilan menyerupai foto sungguhan.
-
Natural lighting: menggunakan pencahayaan alami.
-
Shallow depth of field: membuat subjek lebih menonjol dengan latar belakang yang sedikit buram.
-
Candid photography: menghasilkan kesan foto spontan dan tidak terlalu dibuat-buat.
-
Editorial photography: memberikan tampilan seperti foto dalam majalah atau media.
-
Skin texture: mempertahankan tekstur kulit agar tidak terlihat terlalu halus.
-
Soft shadows: menghasilkan bayangan yang lebih lembut dan natural.
Penggunaan istilah tersebut dapat membantu AI memahami karakter visual yang diinginkan.
Langkah 4: Atur Pencahayaan dan Komposisi
Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan apakah sebuah gambar terlihat realistis atau tidak.
Foto dengan pencahayaan yang terlalu terang, bayangan tidak konsisten, atau warna yang terlalu mencolok terkadang membuat hasil AI terlihat tidak natural.
Karena itu, jelaskan sumber cahaya yang diinginkan dalam prompt.
Misalnya, cahaya matahari pagi dari jendela, pencahayaan lembut saat sore hari, atau cahaya alami di luar ruangan.
Selain itu, tentukan komposisi gambar seperti close-up, medium shot, full body, atau wide shot agar hasilnya sesuai kebutuhan.
Langkah 5: Gunakan Foto Referensi Jika Diperlukan
Beberapa aplikasi AI memungkinkan pengguna mengunggah foto sebagai referensi.
Fitur ini berguna ketika seseorang ingin mempertahankan ciri visual tertentu, seperti pakaian, gaya rambut, komposisi, atau penampilan subjek.
Jika ingin mengedit foto diri sendiri, unggah foto yang jelas dan berikan instruksi mengenai bagian yang ingin diubah.
Contohnya:
"Gunakan foto yang saya unggah sebagai referensi utama. Pertahankan identitas wajah, bentuk wajah, warna kulit, dan gaya rambut. Ubah latar belakang menjadi taman dengan pencahayaan matahari sore. Buat hasilnya terlihat seperti foto portrait profesional dan jangan mengubah karakter wajah."
Pastikan menggunakan foto milik sendiri atau foto yang penggunaannya telah mendapatkan izin dari pemiliknya.
Langkah 6: Evaluasi dan Perbaiki Hasil Gambar
Jangan langsung menggunakan hasil gambar pertama. Periksa kembali apakah terdapat detail yang terlihat tidak wajar.
Beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Bentuk mata, hidung, dan mulut.
-
Posisi serta jumlah jari tangan.
-
Proporsi tubuh.
-
Pantulan cahaya dan bayangan.
-
Detail pakaian dan aksesori.
-
Objek di latar belakang.
Jika menemukan bagian yang kurang sesuai, berikan instruksi pengeditan secara spesifik.
Misalnya, "Pertahankan seluruh komposisi gambar, tetapi perbaiki posisi tangan agar terlihat natural dan sesuaikan bayangan dengan arah cahaya."
Mengubah satu atau dua elemen dalam setiap proses revisi biasanya lebih mudah dikendalikan dibandingkan meminta AI mengubah seluruh gambar sekaligus.
Baca Juga: Akhir Pekan Tetap Seru! Ini 7 Cara Liburan Hemat Tanpa Boros
3. Apa Contoh Prompt AI agar Foto Terlihat Seperti Hasil Kamera Profesional?
Bagi pemula, menyusun prompt terkadang menjadi tantangan tersendiri. Berikut beberapa contoh prompt yang bisa digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan.
Prompt Foto Portrait Realistis
"Buat foto portrait seorang perempuan dengan ekspresi natural, mengenakan blazer berwarna krem. Latar belakang studio minimalis dengan pencahayaan lembut dari samping. Gunakan gaya fotografi profesional, detail wajah alami, tekstur kulit realistis, dan komposisi close-up."
Prompt Foto Liburan
"Buat foto seorang perempuan sedang menikmati liburan di pantai Bali saat matahari terbenam. Ia mengenakan gaun putih sederhana dan terlihat sedang berjalan di tepi pantai. Gunakan pencahayaan golden hour, warna alami, gaya candid photography, dan suasana seperti foto perjalanan menggunakan kamera profesional."
Prompt Foto Lifestyle
"Buat foto realistis seorang perempuan sedang membaca buku di kafe minimalis. Ia mengenakan pakaian kasual dengan ekspresi santai. Cahaya matahari masuk melalui jendela, latar belakang sedikit buram, dan hasil foto terlihat seperti editorial lifestyle photography."
Prompt Foto Profesional untuk Media Sosial
"Buat foto profil profesional seorang perempuan mengenakan kemeja putih dengan latar belakang abu-abu netral. Gunakan komposisi medium close-up, pencahayaan studio yang lembut, ekspresi percaya diri, tekstur kulit alami, dan hasil seperti foto yang diambil menggunakan kamera DSLR."
4. Mengapa Hasil Foto AI Terkadang Terlihat Tidak Realistis?
Meskipun teknologi AI semakin berkembang, hasil gambar yang dibuat tidak selalu sempurna.
Ada beberapa faktor yang membuat foto AI terkadang terlihat berbeda dari hasil fotografi sungguhan.
Prompt terlalu umum. Instruksi yang kurang spesifik membuat AI memiliki ruang interpretasi lebih luas sehingga hasilnya mungkin tidak sesuai keinginan.
Detail objek tidak konsisten. AI terkadang menghasilkan bentuk tangan, jari, gigi, atau aksesori yang kurang proporsional.
Pencahayaan tidak alami. Bayangan dan pantulan cahaya yang tidak konsisten dapat membuat gambar terlihat seperti hasil rekayasa digital.
Kulit terlalu halus. Penggunaan efek yang berlebihan dapat membuat wajah terlihat seperti boneka atau karakter animasi.
Terlalu banyak elemen dalam satu gambar. Permintaan dengan banyak objek dan aktivitas sekaligus dapat membuat hasil gambar kurang konsisten.
Untuk mengatasinya, pengguna disarankan membuat prompt secara bertahap dan melakukan revisi pada bagian yang memang perlu diperbaiki.
Baca Juga: Apakah Kolesterol Tinggi Bisa Terjadi Tanpa Gejala? Ini Tanda dan Cara Mengetahuinya
5. Apakah Foto AI Bisa Menggunakan Wajah Sendiri?
Ya, beberapa aplikasi AI memungkinkan pengguna menggunakan foto pribadi sebagai referensi untuk membuat gambar baru.
Misalnya, pengguna dapat mengubah latar belakang, pakaian, suasana, atau gaya fotografi tanpa harus mengambil foto baru.
Namun, hasilnya bergantung pada kualitas foto referensi, kemampuan aplikasi, serta instruksi yang diberikan.
Agar hasilnya lebih sesuai, gunakan foto dengan wajah yang terlihat jelas, pencahayaan cukup, dan tidak tertutup aksesori berlebihan.
Selain itu, perhatikan kebijakan privasi aplikasi sebelum mengunggah foto pribadi. Hindari menggunakan foto orang lain untuk membuat gambar yang dapat menyesatkan atau merugikan tanpa persetujuan mereka.
Kesimpulan
Cara membuat foto AI yang realistis dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai aplikasi, seperti ChatGPT, Google Gemini, dan Adobe Firefly.
Untuk mendapatkan hasil yang menyerupai foto sungguhan, pengguna perlu menentukan konsep gambar, menulis prompt secara detail, memperhatikan pencahayaan dan komposisi, serta melakukan evaluasi terhadap hasil yang dibuat.
Penggunaan foto referensi juga dapat membantu menghasilkan gambar yang lebih sesuai dengan keinginan. Namun, hasil AI tetap perlu diperiksa karena teknologi ini masih dapat menghasilkan detail visual yang kurang akurat.
Dengan memahami cara menyusun prompt dan melakukan pengeditan secara bertahap, pengguna dapat menghasilkan foto AI yang lebih natural untuk berbagai kebutuhan kreatif.
(Sumber: Google DeepMind, OpenAI Academy, OpenAI Help Center & Google AI For Developers)
Bagaimana Cara Membuat Foto AI yang Realistis? Ini Langkah-Langkahnya (Magnific)