Ntvnews.id, Jakarta - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang kuartal III 2026.
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, hasil asesmen KSSK menunjukkan stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama periode Juli-September 2026 masih terjaga dengan baik.
Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil rapat berkala KSSK IV Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Rabu, 28 Oktober 2026.
"Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan III 2026 tetap terjaga baik, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antar otoritas," ujar Suahasil dalam konferensi pers, Selasa 3 November 2026.
Baca Juga: Prabowo Panggil Menkeu Suahasil dan Menteri KKP ke Istana, Bahas Apa?
Lebih lanjut Suahasil menyebut perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid serta intermediasi keuangan yang terjaga.
Kendati demikian, Suahasil mengakui tekanan terhadap perekonomian kembali meningkat memasuki Oktober 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi eskalasi konflik geopolitik.
"Memasuki bulan Oktober 2026 seiring eskalasi konflik geopolitik yang mendorong naiknya harga energi global dan kebijakan moneter global yang cenderung ketat serta kondisi domestik yang ditandai dengan mengetatnya likuiditas," ungkapnya.
Selain itu, Suahasil menegaskan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut mewarnai perkembangan ekonomi domestik.
"Pengumuman MSCI terkait kondisi pasar saham itu juga mewarnai kondisi ekonomi kita dan meningkatnya tekanan terhadap pilihan tukar juga menyebabkan terjadinya peningkatan arus modan keluar dari pasar saham," bebernya.
Baca Juga: Suahasil Ganti Sekjen Kemenkeu Era Purbaya, Kini Diisi Astera Primanto Bhakti
Menurutnya KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan sektor keuangan.
"Akan terus mencermati dan melakukan assessment yang bersifat forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan serta kami akan terus memperkuat kerjasama dengan semua pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dampak rambatan resiko global," tandasnya.
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)