Apakah WhatsApp Bisa Disadap? Kenali Risikonya dan Cara Melindungi Akun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Nov 2026, 09:48
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Apakah Percakapan WhatsApp Bisa Disadap? Ini Cara Melindunginya Apakah Percakapan WhatsApp Bisa Disadap? Ini Cara Melindunginya (Magnific)

Ntvnews.id, Jakarta - WhatsApp menjadi salah satu aplikasi pesan instan yang banyak digunakan masyarakat untuk berkomunikasi, mulai dari urusan pekerjaan hingga percakapan pribadi.

Namun, meningkatnya kasus kejahatan digital membuat keamanan komunikasi melalui aplikasi ini kerap dipertanyakan. Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah kemungkinan percakapan WhatsApp disadap oleh orang lain.

Pada dasarnya, WhatsApp telah dilengkapi teknologi enkripsi end-to-end yang dirancang untuk melindungi pesan dan panggilan pengguna. Teknologi ini membuat isi komunikasi hanya dapat dibaca atau didengar oleh pengirim dan penerima.

Meski demikian, perlindungan tersebut bukan berarti akun WhatsApp sepenuhnya bebas dari risiko. Pihak lain masih dapat memperoleh akses ke percakapan melalui perangkat yang ditautkan tanpa sepengetahuan pemilik akun, pembajakan akun, hingga akses langsung ke ponsel.

Lantas, apakah percakapan WhatsApp benar-benar bisa disadap? Bagaimana cara mengetahui akun sedang diakses orang lain dan melindungi komunikasi pribadi?

Apakah WhatsApp Bisa Disadap?

Percakapan WhatsApp yang dilindungi enkripsi end-to-end tidak dapat dibaca oleh pihak ketiga hanya dengan mencegat pesan selama proses pengiriman. Teknologi ini memastikan pesan, panggilan, foto, video, dan pesan suara hanya dapat diakses oleh pihak yang berkomunikasi.

WhatsApp menjelaskan bahwa enkripsi end-to-end telah diterapkan secara default pada komunikasi pribadi sejak 2016. Artinya, bahkan WhatsApp sendiri tidak dapat membaca isi pesan atau mendengarkan panggilan yang dilindungi sistem tersebut.

Namun, ada sejumlah kondisi yang memungkinkan orang lain memperoleh akses ke percakapan pengguna.

Salah satunya adalah ketika seseorang berhasil menautkan perangkat lain ke akun WhatsApp. Melalui fitur WhatsApp Web atau perangkat tertaut, pengguna dapat mengakses percakapan dari komputer maupun perangkat lain.

Risiko juga muncul ketika ponsel berhasil dikuasai orang lain, akun diambil alih melalui pencurian kode verifikasi, atau perangkat terinfeksi perangkat lunak berbahaya.

Dengan demikian, penting untuk membedakan penyadapan terhadap transmisi pesan dengan akses tidak sah terhadap akun atau perangkat. Keduanya merupakan persoalan keamanan digital yang berbeda.

Baca Juga: Bukan Hanya Prabowo, Parpol hingga Media Ikut Disadap Listyo Sigit Cs

Bagaimana Cara Mengetahui WhatsApp Sedang Diakses Orang Lain?

Tidak semua aktivitas mencurigakan menjadi bukti bahwa WhatsApp telah disadap. Namun, ada beberapa tanda yang patut diperhatikan karena bisa menunjukkan akun sedang diakses pihak lain.

Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai:

1. Muncul perangkat tertaut yang tidak dikenal

WhatsApp menyediakan fitur untuk menghubungkan akun dengan perangkat lain. Jika terdapat komputer atau perangkat yang tidak pernah digunakan dalam daftar perangkat tertaut, ada kemungkinan akun pernah diakses orang lain.

2. Pesan terbaca tanpa sepengetahuan pemilik akun

Pesan yang tiba-tiba berstatus sudah dibaca meskipun pengguna belum membukanya dapat menjadi tanda adanya aktivitas lain. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi karena pengaturan notifikasi atau penggunaan perangkat tertaut.

3. Muncul permintaan kode verifikasi yang tidak diminta

Kode verifikasi biasanya dikirim ketika seseorang mencoba mendaftarkan nomor telepon ke WhatsApp. Jika menerima kode melalui SMS atau panggilan tanpa melakukan permintaan, ada kemungkinan pihak lain sedang mencoba mengambil alih akun.

4. Akun tiba-tiba keluar dari perangkat utama

Jika muncul pemberitahuan bahwa nomor telepon telah didaftarkan pada perangkat lain, pengguna perlu segera memeriksa keamanan akun. Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang mencoba mengambil alih akun menggunakan nomor telepon yang sama.

5. Terdapat pesan terkirim yang tidak pernah dibuat

Periksa riwayat percakapan apabila menemukan pesan yang terkirim tanpa sepengetahuan pemilik akun. Hal ini dapat mengindikasikan adanya akses dari perangkat lain atau orang yang berhasil menggunakan ponsel.

Baca Juga: Ditanya soal Apakah Wapres Gibran Disadap, Yusril: Wallahualam

Bagaimana Cara Melindungi WhatsApp agar Tidak Disadap?

Untuk mengurangi risiko penyalahgunaan akun, pengguna dapat memanfaatkan sejumlah fitur keamanan yang telah disediakan WhatsApp.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Aktifkan verifikasi dua langkah

Verifikasi dua langkah memberikan lapisan keamanan tambahan ketika seseorang mencoba mendaftarkan nomor telepon WhatsApp pada perangkat lain.

Caranya:
- Buka aplikasi WhatsApp.
- Masuk ke menu Pengaturan atau Settings.
- Pilih Akun atau Account.
- Ketuk Verifikasi dua langkah atau Two-step verification.
- Ikuti petunjuk untuk mengaktifkan fitur tersebut.

Tambahkan alamat email pemulihan apabila diminta atau tersedia. Pastikan email tersebut juga dilindungi kata sandi yang kuat.

2. Periksa perangkat yang tertaut

Pengguna perlu memeriksa daftar perangkat yang terhubung dengan akun WhatsApp secara berkala.

Langkahnya:
- Buka WhatsApp.
- Pilih menu Perangkat Tertaut atau Linked Devices.
- Periksa seluruh perangkat yang tercantum.
- Pilih perangkat yang tidak dikenal.
- Ketuk Keluar atau Log Out untuk memutus aksesnya.

Jika menemukan perangkat yang mencurigakan, segera keluarkan perangkat tersebut dari akun.

3. Jangan pernah membagikan kode OTP

Kode verifikasi enam digit yang dikirim melalui SMS atau panggilan telepon merupakan informasi penting untuk mengakses akun WhatsApp.

Jangan memberikan kode tersebut kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas WhatsApp, pihak bank, atau aparat penegak hukum.

Pelaku penipuan kerap menggunakan berbagai alasan untuk meminta kode verifikasi, misalnya mengaku salah mengirimkan kode atau menawarkan bantuan pemulihan akun.

4. Gunakan kunci aplikasi

WhatsApp memiliki fitur App Lock yang memungkinkan pengguna mengunci aplikasi menggunakan sidik jari, pengenalan wajah, atau metode autentikasi perangkat yang didukung.

Fitur ini membantu mencegah orang lain membuka percakapan ketika ponsel sedang dipinjam atau tertinggal tanpa pengawasan.

Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur Chat Lock untuk memberikan perlindungan tambahan pada percakapan tertentu.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengetahui HP Disadap? Kenali Tanda-tandanya

5. Aktifkan passkey jika tersedia

Passkey merupakan metode autentikasi yang menghubungkan akun dengan sistem keamanan perangkat, seperti sidik jari, pengenalan wajah, atau kode kunci layar.

Fitur ini dapat membantu mengurangi risiko pencurian akses melalui kode verifikasi. Pengaturannya dapat ditemukan melalui menu Pengaturan, Akun, kemudian Passkey apabila sudah tersedia pada perangkat dan akun pengguna.

6. Hindari tautan mencurigakan

Jangan sembarangan membuka tautan yang dikirim oleh nomor tidak dikenal, terutama jika disertai permintaan untuk mengunduh aplikasi atau memasukkan informasi pribadi.

Tautan palsu dapat mengarahkan pengguna ke situs yang dirancang untuk mencuri kata sandi, kode verifikasi, atau informasi akun.

Pastikan juga hanya mengunduh aplikasi WhatsApp melalui toko aplikasi resmi.

7. Lindungi cadangan percakapan

Selain pesan yang dikirim secara langsung, pengguna juga perlu memperhatikan keamanan cadangan atau backup percakapan.

WhatsApp menyediakan fitur cadangan terenkripsi end-to-end yang dapat dilindungi menggunakan kata sandi atau kunci enkripsi 64 digit.

Pengguna dapat mengaktifkan fitur tersebut melalui pengaturan Cadangan Chat atau Chat Backup, kemudian memilih opsi cadangan terenkripsi end-to-end jika tersedia.

Pastikan kata sandi atau kunci enkripsi disimpan dengan aman karena informasi tersebut diperlukan untuk mengakses cadangan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika WhatsApp Terlanjur Disadap?

Jika mencurigai akun telah diambil alih orang lain, pengguna sebaiknya segera melakukan tindakan pemulihan.

Pertama, daftarkan kembali nomor telepon pada aplikasi WhatsApp di ponsel utama menggunakan kode verifikasi enam digit yang dikirim melalui SMS atau panggilan telepon.

Menurut panduan WhatsApp, setelah nomor berhasil didaftarkan kembali, pengguna lain yang sedang memakai akun tersebut akan otomatis dikeluarkan.

Jika pelaku telah mengaktifkan verifikasi dua langkah dan pengguna tidak mengetahui PIN atau kata sandinya, proses pemulihan mungkin membutuhkan waktu sesuai mekanisme yang ditetapkan WhatsApp.

Selanjutnya, periksa daftar perangkat tertaut dan keluarkan perangkat yang tidak dikenal. Aktifkan kembali fitur verifikasi dua langkah, perbarui pengaturan keamanan, serta pastikan ponsel tidak digunakan oleh pihak lain tanpa izin.

Pengguna juga disarankan memberitahu keluarga, teman, atau rekan kerja apabila akun sempat dikuasai orang lain. Langkah ini penting untuk mencegah pelaku menggunakan identitas pemilik akun guna meminta uang atau menyebarkan tautan penipuan.

Baca Juga: Pemerintah Ajak Masyarakat Percaya Polri Usut Penyadapan Ilegal

Apabila terdapat dugaan pencurian data atau penyalahgunaan informasi pribadi, simpan bukti yang tersedia dan pertimbangkan untuk melaporkannya kepada pihak berwenang.

Kesimpulan

WhatsApp telah menggunakan enkripsi end-to-end untuk melindungi isi pesan dan panggilan pribadi. Namun, keamanan tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan risiko pembajakan akun, akses melalui perangkat tertaut, maupun penyalahgunaan ponsel.

Karena itu, pengguna tetap perlu menerapkan langkah perlindungan tambahan, seperti mengaktifkan verifikasi dua langkah, memeriksa perangkat tertaut, tidak membagikan kode OTP, serta mengamankan cadangan percakapan.

Menjaga keamanan WhatsApp bukan hanya bergantung pada teknologi yang disediakan aplikasi, tetapi juga pada kebiasaan pengguna dalam melindungi akun dan informasi pribadinya.

(Sumber: WhatsApp Help Center)