Menko Airlangga: Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen, Lampaui China dan Korsel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 17:43
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 berhasil melampaui sejumlah negara besar, termasuk China dan Korea Selatan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 berhasil melampaui sejumlah negara besar, termasuk China dan Korea Selatan.

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 berhasil melampaui sejumlah negara besar, termasuk China dan Korea Selatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau yoy. 

Adapun capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan China yang tumbuh 4,5 persen dan Korea Selatan sebesar 3,4 persen.

"Di tengah ketidakpastian itu pertumbuhan ekonomi kita masih baik, yaitu pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara year on year. Dan secara kumulatif year to datenya di angka 5,45 persen," ucap Airlangga dalam konferensi pers, Kamis 5 November 2026.

Baca juga: Konsumsi Rumah Tangga Kuat, Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI 5,47 Persen di Triwulan III-2026

"Capaian ini lebih tinggi dari berbagai negara lain di negara G20, seperti China yang di angka 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, Jerman 1,2 bahkan Jepang di angka 0,7 persen. India tubuh lebih tinggi yaitu di angka 7,8 persen," lanjutnya.

Lebih lanjut, Airlangga menambahkan sejumlah lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,0-5,2 persen pada 2026 hingga 2027.

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 ditopang oleh permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,04 persen. 

"Pertumbuhan di kuartal III ini didorong oleh berbagai komponen, yaitu permintaan domestik yaitu daya beli masih tumbuh secara konsumen 5,04 persen, konsumen rumah tangga dan kontribusinya 51,97 dari PDB nasional," jelasnya.

Selain itu, konsumsi pemerintah juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 8,95 persen meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh sekitar 5,66 persen.

Belanja pemerintah tersebut turut menopang pelaksanaan sejumlah program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Baca juga: BPS Catat Pengangguran RI Turun Jadi 7,38 Juta Orang

Sebelumnya, BPS melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. 

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyebut konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 tumbuh solid sebesar 5,47 persen secara tahunan, utamanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih terjaga,” ucap Edy, Kamis, 5 Oktober 2026.