Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini Kamis, 5 November 2026. merilis angka pertumbuhan ekonomi terbaru untuk triwulan 3-2026 sebesar 5,47 persen. Sejumlah indikator atau komponen penyusun Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan kinerja positif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh solid.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa konsumsi rumah tangga dari sisi pengeluaran, dan industri pengolahan dari sisi produksi, menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi triwulan 3-2026.
“Ekonomi Indonesia tumbuh solid pada triwulan 3-2026. Konsumsi rumah tangga dari sisi pengeluaran menjadi penopang utama dari sisi pengeluaran, dan dari lapangan usaha ditopang oleh impresifnya kinerja sektor industri pengolahan,” ujar Amalia di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Amalia menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga pada triwulan 3-2026 tumbuh 5,04 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan 3-2025 sebesar 4,89 persen.
Baca Juga: OCBC Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2% pada 2026, Ini Penopangnya
“Peningkatan mobilitas masyarakat dan peningkatan aktivitas pariwisata turut mendorong meningkatnya konsumsi rumah tangga. Selain itu, kami juga mencatat pertumbuhan nilai transaski uang elektronik, serta nilai transaksi barang dan jasa secara online,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amalia menambahkan bahwa nilai impor barang konsumsi turut mengalami pertumbuhan, serta terekamnya kenaikan volume penjualan sepeda motor dan mobil penumpang.
Sedangkan dari sisi produksi, kinerja industri pengolahan tumbuh kuat sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan angka pertumbuhan ekonomi nasional. Tahun sebelumnya, industri pengolahan pada triwulan 3 tumbuh 5,54 persen.
Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh di Tengah Gejolak Global
Amalia menjelaskan bahwa subsektor industri pengolahan yang mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan adalah industri makanan dan minuman, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional, serta industri logam.
Ketua BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan tujuan dihadirkannya KBLI 2025 dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026. (Antara)