Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, buka suara setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp2 miliar darinya terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina periode 2018–2023.
Dalam hal ini, Bobby mengaku sedih dengan pemberitaan yang beredar mengenai dirinya.
"Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar," ucap Bobby dalam keterangan tertulis, Jumat 6 November 2026.
Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini dirinya tengah melakukan inspeksi di Yogyakarta.
Baca juga: Dirut KAI Bobby Rasyidin Tinjau Kesiapan Nataru di Tengah Sorotan Penyidikan KPK
Baca juga: KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin Terkait Korupsi Digitalisasi SPBU
Kegiatan itu dilakukan untuk memastikan keselamatan di perlintasan sebidang menjelang masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dia menyebut KAI terus mengupayakan berbagai langkah untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang aman dan selamat, khususnya dalam menghadapi periode libur akhir tahun.
"Kami terus mengupayakan langkah terbaik menuju zero accident, khususnya dalam menyambut Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sesuai arahan Bapak Presiden," katanya.
Bobby juga meminta doa dan dukungan dari pelanggan KAI serta masyarakat agar perjalanan kereta api selama periode Nataru dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan lancar.
"Saya memohon doa dan dukungan pelanggan KAI serta seluruh masyarakat agar perjalanan kereta api senantiasa selamat, aman, dan lancar. Mari kita sambut libur Nataru dengan perjalanan kereta api yang semakin baik," tutupnya.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin (NTVnews)