Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik
"Bulan lalu, setelah mengalami deflasi (0,23 persen), sekarang Jakarta mengalami inflasi 0,63 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.
Komoditas yang memberikan andil paling besar terhadap inflasi Februari 2026 adalah emas perhiasan. Komoditas ini mencatatkan inflasi sebesar 9,61 persen dan menyumbang 0,21 persen terhadap total inflasi Jakarta.
Kadarmanto menjelaskan, secara historis emas perhiasan menunjukkan tren kenaikan cukup konsisten, yakni mengalami sembilan kali inflasi pada 2023, 11 kali pada 2024, serta terus mencatat inflasi setiap bulan sepanjang 2025.
Baca Juga: BPS: Inflasi Tahunan Indonesia Capai 4,76 Persen pada Februari 2026
"Inflasi emas perhiasan juga kembali berlanjut pada Januari dan Februari 2026, didorong dengan harga emas secara global yang terjadi kenaikan yang terus-menerus," papar Kadarmanto. Rata-rata harga emas perhiasan pada Februari 2026 tercatat berada di level Rp2.002.206,11 per gram.
Selain emas perhiasan, daging ayam ras turut menjadi pendorong inflasi bulanan dengan kontribusi sebesar 0,13 persen.
"Inflasi daging ayam ras mencapai 10,54 persen, hampir mendekati tingkat inflasi tertinggi daging ayam ras dalam empat tahun terakhir, yaitu sebesar 10,62 persen terjadi pada September 2025," ujar Kadarmanto.
Adapun komoditas lain yang turut memberi andil terhadap inflasi Februari 2026 di Jakarta antara lain cabai rawit sebesar 0,05 persen, bawang merah 0,03 persen, dan bayam 0,03 persen.
(Sumber: Antara)
Tangkapan layar - Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto dalam kegiatan rilis berita statistik di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa). (Antara)