Awal Mula Ressa Rizky Muncul dan Gugat Denada Sebagai Ibu Kandungnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 13:54
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ressa Rizky Rosano, Denada Tambunan Ressa Rizky Rosano, Denada Tambunan (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Polemik antara Ressa Rizky Rossano dan Denada memuncak ketika proses hukum mulai bergulir. Kisah awal munculnya Ressa ke publik berkaitan langsung dengan bagaimana ia menemukan fakta bahwa dirinya adalah anak kandung Denada, sebuah kebenaran yang tidak pernah ia terima sejak kecil.

Kedatangan Ressa ke Jakarta pada Jumat, 24 Januari 2025 menjadi titik awal perhatian publik. Ia datang bersama Mama Ratih dan dua kuasa hukum dengan tujuan bertemu Denada. Setelah tiba, rombongan ini memberikan jawaban singkat kepada media, lalu menarik publik untuk mengetahui cerita sebenarnya.

Saat sesi tanya jawab, awak media menyelidiki latar belakang pengasuhan Ressa. Bibi Denada, sosok yang telah merawat Ressa sejak bayi, menceritakan bahwa Ressa awalnya percaya dirinya adalah anak kandung Mama Ratih. Keyakinan itu mulai goyah ketika lingkungan sekitar mulai membicarakan sesuatu yang berbeda.

“Ressa ini kan dari kecil sudah sama saya, dari umur berapa hari diberikan kepada saya. Tapi anak ini kan tambah lama tambah besar karena sudah banyak temannya yang bilang, ‘kamu itu bukan anaknya Mama Ratih, kamu anaknya Denada,’” ujar sang bibi.

Baca Juga: Prabowo Kritik Negara Besar yang Dinilai Melanggar Demokrasi dan HAM

Selama bertahun-tahun, sang bibi berusaha menutupi kenyataan tersebut demi menjaga perasaan Ressa. Namun rasa penasaran yang semakin besar membuatnya tak lagi mudah diyakinkan.

“Tapi saya tetap nutupin, tetap bilang, ‘kamu lahir dari perut Mama.’ ‘Kamu siapa yang bilang?’ ‘Enggak, Ma, banyak yang bilang.’ Tapi tersayangnya, dia itu mencari kebenaran, di mana dia terus nyari ke mana saja untuk kebenaran itu,” tambahnya.

Dorongan itu membuat Ressa menelusuri orang-orang yang terlibat saat dirinya diserahkan. Sang bibi menjelaskan bahwa orang yang mengambil dan membawa sudah ditanyakan semuanya oleh Ressa.

Dari penelusuran tersebut, diketahui bahwa peristiwa penitipan itu terjadi pada tahun 2002, hanya beberapa hari setelah Ressa dilahirkan.

“Tahun 2002. Pas 10 hari apa 7 hari,” ungkapnya.

Baca Juga: Buka Rakornas 2026, Prabowo: Harapan Rakyat Adalah Pemimpin yang Adil dan Jujur!

Saat ditanya apakah Denada sendiri yang menyerahkannya, bibi Denada menyebut bahwa ia tak pernah bertemu langsung dengan Denada pada waktu itu.

“Enggak ngomong apa-apa dan enggak bilang. Saya enggak ketemu sama Denanya. Neneknya dia yang memberikan saya, neneknya Dena. Dijemput di Bandara Surabaya, terus dibawa ke rumah, dibawa ke hotel dulu. Saya ambil di hotel, tapi tanpa Dena,” ujarnya.

Sosok penyerah Ressa dipastikan sebagai nenek Denada, yang merupakan buyut Ressa. Terkait pengasuhan, sang bibi menegaskan tidak pernah ada perjanjian awal.

“Enggak ada. Cuma waktu itu Mbak Emil yang bilang, ‘Siapa yang mau ini ya?… Nanti kalau ada Ressa, biar saya saja.’ ‘Enggak usah khawatir soal susu, pasti datang truk-trukan,’ ini tapi enggak ada semua,” ungkapnya.

Kisah ini menjadi bagian penting yang menjelaskan bagaimana Ressa akhirnya mengetahui jati dirinya. Semua dimulai dari desakan teman-teman sebaya, terus berlanjut pada upaya pencarian kebenaran yang dilakukan Ressa sendiri. Namun kepastian bahwa dirinya adalah anak Denada baru datang setelah lulus sekolah menengah atas.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Kekhawatiran Pemimpin Dunia soal Potensi Perang Dunia Ketiga

“Dia (Ressa) sering mendengar selentingan bahwa dirinya bukan anak bibinya Denada, melainkan anak Denada. Hal itu baru ia ketahui secara pasti setelah lulus SMA,” kata Firdaus.

Upaya meminta penjelasan langsung kepada Denada tidak membuahkan hasil.
Firdaus mengatakan, “Ketika ia menanyakan langsung kepada Denada, hal tersebut tidak diakui. Denada tetap mengatakan bahwa ia (Ressa) adalah adiknya, bukan anaknya.”

Kebutuhan hidup Ressa selama ini ditanggung keluarga besar Denada, terutama almarhumah Emilia Contessa. Setelah Emilia meninggal, kondisi ekonomi keluarga diduga memburuk dan akhirnya mendorong Ressa mengambil jalur hukum.

Firdaus menyebut, “Setelah Bu Emilia meninggal dunia, kondisi ekonomi keluarga memburuk dan tidak ada pemasukan sama sekali. Akhirnya, anak tersebut mencoba menuntut Denada.”

Gugatan yang dilayangkan Ressa berisi dugaan perbuatan melawan hukum atas penelantaran anak kandung.

x|close