A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Memperingati Hari Paru Sedunia, PDPI: Kesehatan Paru-Paru Seumur Hidup - Ntvnews.id

Memperingati Hari Paru Sedunia, PDPI: Kesehatan Paru-Paru Seumur Hidup

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Sep 2026, 16:03
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
ilustrasi kesehatan ilustrasi kesehatan (IG KEMENKES)

Ntvnews.id, Jakarta - Memperingati Hari Paru Sedunia 2026 (World Lung Day 2026), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menggelar Konferensi Pers secara daring pada Jumat, 25 September 2026. Agenda ini memaparkan peran serta PDPI dalam peringatan Hari Paru Sedunia 2026 dengan tema "A Lifetime of Lung Health - Kesehatan Paru Sepanjang Kehidupan".

Setiap tanggal 25 September, dunia memperingati World Lung Day. Gerakan global ini diinisiasi oleh Forum of International Respiratory Societies (FIRS).

Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan paru dan mendorong tindakan nyata mencegah penyakit pernapasan. Pada 2026, tema yang diangkat adalah "A Lifetime of Lung Health".

Menurut DR. Dr. Jatu Aphridasari, Sp.P(K), tema ini menegaskan kesehatan paru bukan hanya soal batuk atau sesak.

"Kesehatan paru dibangun sejak awal kehidupan. Dipengaruhi lingkungan masa kanak-kanak dan remaja, harus dijaga sepanjang usia produktif, dan menjadi bagian penting dari healthy ageing," jelas Dr. Jatu.

FIRS menempatkan empat fase fokus utama. Pertama, mendukung perkembangan paru yang sehat. Kedua, mendukung pertumbuhan paru yang optimal.

Ketiga, mempertahankan kesehatan paru selama kehidupan dewasa. Keempat, menjaga kesehatan dan fungsi paru hingga usia lanjut.

Penyakit Paru Masih Jadi Tantangan Besar

Beban penyakit pernapasan masih sangat besar. FIRS menyebutkan lebih dari 750 juta orang hidup dengan asma atau PPOK. Keduanya menyebabkan sekitar 3,8 juta kematian per tahun.

Data WHO 2026 menunjukkan sekitar 363 juta orang hidup dengan asma pada 2023, dengan 442.000 kematian. PPOK menyebabkan sekitar 3,4 juta kematian pada 2023 dan menjadi penyebab kematian ketiga di dunia.

Tuberkulosis masih menjadi ancaman. WHO memperkirakan 10,7 juta orang mengalami TB pada 2024. Kanker paru juga tetap menjadi masalah global. WHO memperkirakan sekitar 2,5 juta kasus baru dan 1,8 juta kematian pada 2022.

Indonesia menghadapi beban yang sangat besar. Lebih dari 6 juta orang hidup dengan asma dan sekitar 5 juta dengan PPOK. Indonesia juga menyumbang sekitar 10% kasus TB dunia, dengan lebih dari satu juta orang mengalami TB setiap tahun.

Estimasi GLOBOCAN 2024 menunjukkan sekitar 58 ribu kasus baru kanker paru dan lebih dari 53 ribu kematian dalam satu tahun di Indonesia.

Udara yang Kita Hirup Menentukan Kesehatan Paru

Kesehatan paru tidak lepas dari kualitas udara. WHO memperkirakan polusi udara berkontribusi terhadap sekitar 7 juta kematian prematur setiap tahun.

Sebanyak 99% populasi dunia hidup dengan kualitas udara yang tidak memenuhi pedoman WHO.Polusi udara, terutama PM2.5, dapat menembus jauh ke paru. Kondisi ini memicu inflamasi dan meningkatkan risiko ISPA, pneumonia, asma, PPOK, serta kanker paru.

Ancaman ini relevan bagi Indonesia. BMKG 2026 masih melaporkan luasnya sebaran titik panas dan asap karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Indonesia juga memiliki 127 gunung api aktif. Erupsi dapat menghasilkan abu vulkanik dan partikel respirabel yang masuk ke saluran napas.

Partikel ini dapat masuk hingga pembuluh darah dan mengganggu kesehatan anak, lansia, dan penderita jantung-paru.

Tembakau Ujung Pangkal Penyakit Paru

Epidemi tembakau masih menjadi tantangan terbesar. Sekitar 70 juta orang dewasa Indonesia menggunakan tembakau.

Rokok konvensional meningkatkan risiko PPOK, kanker paru, kardiovaskular, dan stroke. Dampaknya juga mengenai perokok pasif. Ancaman baru muncul dari vape. Penggunaan pada orang dewasa meningkat 10 kali lipat, dari 0,3% pada 2011 menjadi 3% pada 2021 atau lebih dari 6 juta pengguna.

Data terbaru menunjukkan sekitar 12% pelajar usia 13-17 tahun menggunakan rokok elektronik. Aerosolnya mengandung nikotin dan bahan kimia yang berdampak pada pernapasan.Survei Nasional Rokok Ilegal 2024 melaporkan proporsi rokok ilegal sekitar 6,87%, meningkat dari 5,5% pada 2022. Rokok ilegal tetap membakar tembakau dan menghasilkan zat toksik.

Kesehatan Paru Dimulai Sebelum Gejala

Pesan penting World Lung Day adalah menjaga paru sepanjang daur kehidupan. Pada masa kehamilan dan anak, perlindungan terhadap asap rokok dan polusi, nutrisi baik, imunisasi, serta pencegahan infeksi membantu paru tumbuh optimal.

Pada usia sekolah dan remaja, aktivitas fisik dan lingkungan bebas rokok dan vape menjadi investasi penting. Pada usia dewasa, berhenti merokok, menghindari paparan kerja berbahaya, dan vaksinasi membantu mempertahankan fungsi paru.

Pada usia lanjut, pengendalian penyakit kronik, rehabilitasi paru, dan akses pelayanan kesehatan penting untuk kualitas hidup.

FIRS juga menekankan pentingnya udara bersih, berhenti merokok, aktivitas fisik, vaksinasi, nutrisi sehat, serta aksi terhadap perubahan iklim.

Jangan Menunggu Sesak untuk Periksa Paru

Banyak penyakit paru dapat ditemukan lebih awal. Batuk berkepanjangan, sesak napas, mengi, produksi dahak berlebihan, batuk darah, dan nyeri dada tidak boleh dianggap normal.

Pemeriksaan dapat meliputi evaluasi klinis, spirometri, radiologi, dan pemeriksaan infeksi termasuk TB. Deteksi dini mencegah kerusakan paru lebih lanjut.

World Lung Day juga membawa isu kesetaraan akses. FIRS menyoroti kesenjangan akses terhadap pemeriksaan penunjang dan obat inhalasi untuk asma dan PPOK.

Ketersediaan inhaler jauh lebih rendah di negara berpendapatan rendah. Padahal pengobatan inhalasi yang tepat dapat mengendalikan gejala dan mengurangi rawat inap.

Pelayanan kesehatan paru harus terintegrasi dari pelayanan primer hingga rumah sakit rujukan.

Ini termasuk penguatan diagnosis asma dan PPOK, pengendalian TB, berhenti merokok, penanganan pasca-TB, jamur paru, deteksi kanker paru, dan rehabilitasi paru.

Kesehatan Paru Sebagai Investasi Sepanjang Kehidupan

Dalam momentum ini, PDPI mengajak masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan media untuk menjadikan kesehatan paru sebagai prioritas.

"Kesehatan paru tidak hanya urusan dokter paru. Kesehatan paru dimulai dari udara yang dihirup ibu hamil, lingkungan tempat anak tumbuh, pilihan untuk tidak mulai merokok pada masa remaja, hingga akses diagnosis berkualitas pada usia lanjut," ujar DR. Dr. Jatu Aphridasari, Sp.P(K).

Paru yang sehat hari ini menentukan kualitas hidup di masa depan.

Udara bersih dan lingkungan bebas asap tembakau bukan kemewahan. Tetapi merupakan hak dasar setiap orang untuk dapat bernapas dan hidup dengan paru yang sehat.

NEWS TERKAIT

x|close