Ntvnews.id, Jakarta - Penyanyi sekaligus dokter spesialis bedah plastik, Teuku Adifitrian atau yang akrab disapa Dokter Tompi, mengungkapkan keresahannya terkait fenomena penggunaan veneer gigi yang menimbulkan bau tidak sedap.
Masalah tersebut dinilainya muncul akibat pengerjaan prosedur yang kurang presisi serta minimnya pemahaman keluhan oleh tenaga medis, dan perawatan yang kurang bagus.
Keresahan tersebut disampaikan Dokter Tompi melalui sederet pernyataan resminya. Ia menyoroti bagaimana bau mulut akibat kegagalan veneer dapat tercium bahkan dari jarak yang cukup jauh.
"Gimana cara bilangnya ya kalo ketemu orang yang giginya pake veneer trus baunya kecium dari jauh," ujar Dokter Tompi di Threads, 19 Oktober 2026.
Baca Juga: Tompi Tegaskan Pertemuannya dengan Gibran Bukan Untuk Cari Jabatan
Untuk mengatasi persoalan ini, Dokter Tompi memberikan saran terbuka kepada para dokter gigi (drg) agar lebih peka saat melakukan pemeriksaan atau kontrol berkala terhadap pasien yang memasang veneer. Menurutnya, penggunaan masker saat kontrol terkadang membuat dokter tidak menyadari adanya masalah bau mulut pada pasien.
"Saran aja ni Wahai teman-teman Drg... sesekali pas pasien kontrol veneernya kalian jangan pake masker... jadi kan bs kecium itu bau gak bener nya. Bau itu artinya kerjaan veneernya ada yang gak bener... Kasian pasien nya," tutur Tompi.
Ilustrasi pemeriksaan gigi (Pixabay)
Selain kepada tenaga medis, ia juga mengimbau para pasien yang merasa mengalami masalah serupa agar lebih peka terhadap kondisi kesehatan mulut mereka, terutama jika mulai mengandalkan pemanis mulut untuk menutupi aroma tidak sedap. Ia juga menekankan bahwa kasus ini tidak hanya terjadi pada praktik tukang gigi tanpa izin, melainkan juga ditemukan pada pasien yang melakukan perawatan berbiaya mahal.
"Terus saran juga untuk pasien-pasien veneer, kalo sering ngulum permen yang super seger. yang sering saya temui sih bukan hasil tukang gigi ... malah lulusan veneer mahal gak tau salahnya dimana," lanjutnya.
Lebih jauh, pelantun lagu Menghujam Jantungku ini menegaskan bahwa dirinya tidak melarang masyarakat untuk melakukan prosedur estetika gigi tersebut. Menurutnya, pengerjaan veneer yang benar dan sesuai indikasi medis seharusnya tidak menimbulkan masalah bau mulut.
"Tidak semua veneer gigi bau kalo ngerjainnya bener, gak ada celah yg nyimpan sisa makanan harusnya gak akan bau plis rajin bersihkan tentu menjadi bagian dari perawatannya. Jadi bukan berarti gak boleh veneeer ya, Silahkan dikerjakan asal sesuai indikasi dan di drg yg menguasai bidang itu," tegas Tompi.
Ia memungkiri anggapan bahwa aroma tidak sedap tersebut berasal dari masalah pencernaan atau penyakit dalam lainnya. Tompi menyebutkan bahwa bau yang ditimbulkan akibat penumpukan sisa makanan di celah veneer memiliki karakteristik yang khas.
"Tapi gak bs dipungkiri pula, sering ketemu yang bau dan itu bukan bau karena lambung atau penyakit lain ya. bau mulut krn makanan nyangkut di veneer itu KHAS," pungkasnya.
Fenomena ini diharapkan menjadi perhatian bersama, baik bagi para praktisi medis untuk terus menjaga kualitas pengerjaan, maupun bagi masyarakat agar lebih selektif dan rajin menjaga kebersihan rongga mulut setelah menjalani prosedur veneer gigi.
dr. Tompi (NTVNews)