Ada Kabut Asap Karhutla, Menkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 21:30
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya dari kelompok rentan, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda wilayah terdampak. Langkah ini dinilai krusial guna menekan risiko paparan polusi udara yang dapat memicu gangguan kesehatan serius.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menkes Budi di Jakarta pada hari Senin, 19 Oktober 2026, di mana ia menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan terus berfokus memberikan perlindungan maksimal bagi kesehatan masyarakat di daerah terdampak. Meski tidak berada di ranah penanganan sumber utama asap, Kemenkes memastikan upaya mitigasi kesehatan berjalan optimal, termasuk dengan menyiagakan ketersediaan obat-obatan di seluruh puskesmas di wilayah terdampak.

“Pesan saya, terutama untuk kelompok rentan, jangan keluar rumah. Kalau terpaksa keluar, sebisa mungkin biarkan anggota keluarga yang tidak rentan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Menkes Budi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa paparan partikel asap sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan, memicu iritasi mata, serta menimbulkan keluhan pada kulit. Bagi masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, Kemenkes menganjurkan penggunaan alat pelindung diri yang memadai, seperti masker terutama jenis N95 jika tersedia serta mengenakan kacamata pelindung dan pakaian berlengan panjang guna meminimalisir kontak langsung partikel asap dengan kulit.
 

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera membersihkan diri setelah beraktivitas di luar ruangan. Menkes mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan gejala awal kesehatan yang timbul selama terpapar kabut asap, seperti batuk, iritasi mata, maupun gatal-gatal pada kulit yang tak kunjung reda.

“Jangan menunggu sampai batuk darah. Kalau mulai batuk, mata mengalami iritasi atau kulit terus-menerus gatal dan iritasi, segera periksa ke puskesmas terdekat,” tegasnya.

Menkes kembali menekankan bahwa disiplin dalam membatasi aktivitas luar ruang, mengenakan perlengkapan pelindung, serta cepat tanggap memeriksakan diri saat mengalami keluhan merupakan kunci utama untuk melindungi keselamatan diri dan keluarga selama musim kabut asap. Jajaran fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas juga dipastikan telah disiagakan dengan pasokan medis yang cukup untuk melayani masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close