Kemenkes Siapkan Ratusan Titik Rumah Oksigen-Mobil Keliling Karhutla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 00:05
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Ten Suyanti Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Ten Suyanti (ANTARA )

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyiapkan ratusan titik rumah oksigen serta mengoperasikan armada mobil keliling untuk memberikan pertolongan medis cepat bagi masyarakat yang terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah darurat ini diambil menyusul tingginya akumulasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah wilayah terdampak yang telah menembus angka 333 ribu kasus.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Ten Suyanti, mengungkapkan bahwa fasilitas rumah oksigen dirancang khusus sebagai ruang pertolongan pertama yang dilengkapi dengan pasokan oksigen medis baik berbentuk tabung konvensional maupun sistem konsentrat.

"Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang merasakan keluhan sesak napas, penurunan saturasi oksigen, atau ketidaknyamanan akibat polusi asap karhutla untuk segera mendapatkan pertolongan pertama," ujar Ten Suyanti, ke awak media, 22 Oktober 2026.

Baca Juga: Menkes: Puskesmas di Wilayah Karhutla Wajib Buka Rumah Oksigen

Hingga saat ini, titik penanganan darurat telah diperluas hingga mencakup 491 lokasi yang tersebar di enam provinsi prioritas penanganan karhutla, yaitu:

Sumatera: Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Sebagian besar rumah oksigen menetap diintegrasikan langsung dengan fasilitas kesehatan masyarakat seperti Puskesmas. Selain itu, pemerintah daerah juga mengoperasikan layanan jemput bola melalui mobil keliling bergerak yang dibekali perangkat oksigen konsentrat. Layanan bergerak ini ditujukan untuk menjangkau pemukiman warga secara langsung, terutama melindungi kelompok rentan seperti bayi di bawah lima tahun (balita) dan lansia.

Dalam pemantauan operasionalnya, setiap titik rumah oksigen disiagakan oleh tenaga kesehatan (perawat) yang bertugas memantau kondisi vital dan saturasi pasien, serta memberikan obat-obatan simtomatis bila diperlukan.

Untuk mempermudah akses masyarakat, lokasi seluruh titik rumah oksigen kini dapat dipantau secara langsung (real-time). Peta persebaran fasilitas tersebut diakses melalui kanal khusus yang dikembangkan pemerintah di tautan https://ictwatch.id/digital/karhutla/.

"Bisa dicek lokasinya melalui aplikasi itu, titiknya di mana saja, dan ini bebas diakses publik ya," tegas Ten Suyanti.

Berdasarkan data akumulatif Kementerian Kesehatan, dampak kabut asap karhutla telah memicu lonjakan signifikan pada kasus infeksi saluran pernapasan. Catatan Kemenkes menunjukkan detail angka kejadian sebagai berikut:

Total Kumulatif ISPA: 333.470 kasus

Kelompok Balita (< 5 tahun): 75.172 kasus

Kelompok Usia > 5 tahun: 258.258 kasus

Penderita Harian Aktif: 4.522 kasus

Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, selalu menggunakan masker dengan efisiensi penyaringan tinggi, serta segera mengunjungi rumah oksigen atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan.

x|close