5 Suku di Indonesia yang Diduga Punya Ilmu Hitam dan Disegani, Ada Dayak hingga Baduy

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Nov 2026, 05:30
thumbnail-author
Amanda Putri Utomo
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Warga Suku Badui bersiap berjalan kaki menuju Gedung Negara Provinsi Banten di Kota Serang, Banten. Warga Suku Badui bersiap berjalan kaki menuju Gedung Negara Provinsi Banten di Kota Serang, Banten. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas.)

Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki ratusan suku bangsa dengan adat istiadat, tradisi, serta kepercayaan yang beragam. Di balik kekayaan budaya tersebut, terdapat sejumlah cerita mistis yang berkembang di masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun.

Beberapa suku di Nusantara bahkan kerap dikaitkan dengan kemampuan supranatural, ilmu gaib, hingga praktik ilmu hitam. Cerita-cerita tersebut membuat nama sejumlah suku sering menjadi perbincangan dan memunculkan kesan misterius di kalangan masyarakat luas.

Meski demikian, kisah mengenai kesaktian maupun ilmu hitam tersebut lebih banyak berasal dari kepercayaan lokal dan cerita rakyat.

Belum ada bukti ilmiah yang dapat memastikan kebenaran kemampuan supranatural yang dikaitkan dengan kelompok masyarakat tertentu.

Baca Juga: Dukung Pemulihan Ekonomi, Pertamina Bantu Perajin Tenun Desa Adat Sade Kembali Berkarya

Lantas, suku apa saja yang sering dikaitkan dengan cerita mistis tersebut? Berikut lima di antaranya:

1. Suku Kajang Amma Toa, Sulawesi Selatan

Suku Kajang Amma Toa merupakan masyarakat adat yang berasal dari Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Masyarakat adat ini dikenal dengan tradisi yang masih kuat dipertahankan, termasuk penggunaan pakaian serba hitam.

Warna hitam yang dikenakan masyarakat Kajang memiliki makna filosofis tersendiri, seperti kesederhanaan, kesetaraan, dan pengingat bahwa setiap manusia akan menghadapi kematian.

Di luar tradisi tersebut, masyarakat Kajang juga kerap dikaitkan dengan cerita mengenai ilmu doti. Dalam kepercayaan yang berkembang, doti Kajang disebut-sebut sebagai ilmu mistis yang dapat digunakan untuk mencelakai seseorang.

Kisah mengenai kemampuan tersebut membuat masyarakat Kajang sering dianggap memiliki kekuatan gaib. Namun, anggapan itu merupakan bagian dari cerita dan kepercayaan masyarakat, bukan fakta yang telah terbukti.

2. Suku Dayak, Kalimantan

Suku Dayak merupakan kelompok masyarakat adat yang berasal dari Pulau Kalimantan. Mereka memiliki kekayaan budaya, tradisi, serta kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Salah satu hal yang kerap dikaitkan dengan cerita mistis masyarakat Dayak adalah mandau terbang. Dalam legenda yang beredar, mandau sebagai senjata tradisional Dayak dipercaya dapat bergerak sendiri untuk melindungi pemiliknya atau menyerang orang yang dianggap sebagai musuh.

Selain itu, terdapat pula cerita mengenai buluh perindu yang dipercaya memiliki kekuatan tertentu, termasuk berkaitan dengan daya tarik seseorang.

Cerita-cerita tersebut membuat suku Dayak sering dikaitkan dengan kemampuan supranatural. Padahal, masyarakat Dayak memiliki beragam subkelompok dengan adat dan kepercayaan masing-masing. Tidak tepat jika seluruh masyarakat Dayak dianggap memiliki kemampuan ilmu gaib yang sama.

3. Suku Osing, Banyuwangi

Suku Osing merupakan masyarakat asli Banyuwangi, Jawa Timur, yang memiliki bahasa, kesenian, serta tradisi khas. Salah satu kesenian yang cukup dikenal dari masyarakat ini adalah Gandrung Banyuwangi.

Namun, Banyuwangi juga memiliki cerita panjang mengenai praktik santet yang berkembang dalam kepercayaan masyarakat setempat. Hal inilah yang kemudian membuat suku Osing kerap dikaitkan dengan kisah-kisah mistis.

Salah satu peristiwa kelam yang pernah terjadi adalah tragedi pembunuhan yang dikenal sebagai Tragedi Santet Banyuwangi pada 1998. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan menjadi bagian dari sejarah kelam wilayah tersebut.

Dalam cerita yang berkembang, santet sering dibedakan berdasarkan tujuan penggunaannya, seperti untuk mencelakai seseorang, memengaruhi perasaan orang lain, maupun memperoleh keuntungan tertentu.

Meski demikian, tragedi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk mengaitkan seluruh masyarakat Osing dengan praktik ilmu hitam. Suku Osing memiliki identitas budaya yang jauh lebih luas daripada cerita mistis yang berkembang di masyarakat.

4. Suku Asmat, Papua

Sejumlah masyarakat menunggu giliran untuk melakukan pencoblosan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Rumah Adat Jew atau Rumah Bujang Kampung Aswet, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Rabu (14/2/2024). Pada Pemilu 2024 KPU setempat menet <b>(ANTARA/Muhammad Zulfikar)</b> Sejumlah masyarakat menunggu giliran untuk melakukan pencoblosan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Rumah Adat Jew atau Rumah Bujang Kampung Aswet, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Rabu (14/2/2024). Pada Pemilu 2024 KPU setempat menet (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Suku Asmat merupakan salah satu kelompok masyarakat adat yang berasal dari Papua. Mereka dikenal memiliki kebudayaan yang erat kaitannya dengan alam, kehidupan leluhur, serta seni ukir yang menjadi ciri khasnya.

Masyarakat Asmat juga memiliki berbagai tradisi dan ritual adat yang berkaitan dengan penghormatan terhadap leluhur. Kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan budaya mereka.

Di sisi lain, terdapat cerita mistis yang menghubungkan masyarakat Asmat dengan kekuatan gaib. Dalam sejumlah kisah yang beredar, seseorang yang dianggap mengganggu atau melanggar aturan adat dipercaya dapat mengalami kejadian buruk.

Cerita tersebut kemudian berkembang menjadi anggapan bahwa masyarakat Asmat memiliki kemampuan supranatural tertentu.

Namun, berbagai tradisi dan ritual masyarakat Asmat sebaiknya dipahami sebagai bagian dari warisan budaya, bukan langsung dikaitkan dengan praktik ilmu hitam.

5. Suku Baduy, Banten

Warga Suku Badui bersiap berjalan kaki menuju Gedung Negara Provinsi Banten di Kota Serang, Banten.  <b>(ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas.)</b> Warga Suku Badui bersiap berjalan kaki menuju Gedung Negara Provinsi Banten di Kota Serang, Banten. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas.)

Suku Baduy merupakan masyarakat adat yang tinggal di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Mereka dikenal karena masih mempertahankan aturan adat dan pola kehidupan tradisional yang diwariskan oleh leluhur.

Masyarakat Baduy, khususnya Baduy Dalam, memiliki aturan yang ketat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mereka juga dikenal menjaga hubungan dengan alam dan mempertahankan tradisi yang telah berlangsung sejak lama.

Di balik kehidupan tradisional tersebut, berkembang berbagai cerita mengenai kemampuan supranatural masyarakat Baduy. Mereka terkadang dikaitkan dengan ilmu gaib yang dipercaya dapat digunakan untuk melindungi diri maupun menghadapi ancaman.

Baca Juga: Konsumsi Kopi, Kepadatan Tulang, dan Lansia

Cerita mengenai kemampuan tersebut membuat masyarakat Baduy kerap dianggap sebagai salah satu suku yang memiliki kekuatan mistis.

Meski begitu, masyarakat Baduy pada dasarnya dikenal karena konsistensinya dalam menjaga adat istiadat, kesederhanaan, dan kelestarian lingkungan. Cerita mengenai ilmu hitam yang beredar tidak bisa dijadikan gambaran umum mengenai kehidupan mereka.

Cerita Mistis dan Kekayaan Budaya Indonesia

Berbagai kisah mengenai ilmu hitam dan kemampuan supranatural yang dikaitkan dengan sejumlah suku di Indonesia memang masih menarik perhatian masyarakat. Cerita tersebut menjadi bagian dari folklor, kepercayaan lokal, dan tradisi lisan yang berkembang dari generasi ke generasi.

Namun, penting untuk membedakan antara cerita mistis dan fakta budaya. Tidak semua anggota suatu suku memiliki kepercayaan atau praktik yang sama.

Pada akhirnya, keberagaman suku di Indonesia merupakan kekayaan budaya yang patut dihargai. Tradisi, adat istiadat, serta kearifan lokal setiap masyarakat jauh lebih penting untuk dikenal daripada sekadar stigma yang muncul dari cerita-cerita mistis.