Ntvnews.id, Jakarta - Aksi demonstrasi yang menuntut pemboikotan presenter Ruben Onsu dari layar kaca digelar oleh sejumlah massa di depan gedung stasiun TV di kawasan Tendean, Jakarta Selatan. Tuntutan ini mencuat menyusul kontroversi yang melibatkan sang presenter di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan dokumentasi dan video yang beredar, para peserta aksi membawa sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap kehadiran Ruben Onsu di industri penyiaran televisi. Beberapa spanduk tersebut di antaranya bertuliskan "Boikot Ruben Onsu, "Jangan beri ruang bagi Ruben Onsu di seluruh media", serta seruan khusus kepada lembaga pengawas penyiaran dengan tulisan "KPI boikot RO dari Trans TV."
Baca Juga: Begini Status Legalitas Anak Angkat Ruben Onsu
Kontroversi ini bermula dari beredarnya rekaman video call antara Ruben Onsu dengan seorang pria di media sosial yang menjadi perbincangan hangat warganet. Selain isu tersebut, polemik yang melibatkan Ruben dengan mantan istrinya, Sarwendah, turut memperluas diskursus publik di ruang digital. Sebelumnya, Ruben juga sempat dilaporkan atas dugaan pencabulan sesama jenis.
Desakan agar figur publik tersebut tidak lagi diberi ruang di televisi tidak hanya disuarakan melalui aksi unjuk rasa di jalanan. Seruan serupa sebelumnya juga digaungkan melalui petisi daring di platform Change.org bertajuk "Boikot Ruben Onsu dari pertelevisian Indonesia."
Para pembuat petisi serta peserta aksi mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar lebih peka dan memperhatikan keluhan masyarakat terkait kelayakan tayangan hiburan yang dapat diakses oleh berbagai kalangan usia, termasuk anak-anak. Isu ini pun ramai diperbincangkan warganet di berbagai platform media sosial, termasuk Threads, di mana sejumlah akun turut mempertanyakan kelanjutan penampilan Ruben dalam program-program televisi seperti Brownis.
Ruben Onsu (Instagram)