10 Pulau Terpencil di Dunia yang Masih Dihuni Manusia, Ada yang Berjarak Ribuan Kilometer dari Daratan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Nov 2026, 17:31
thumbnail-author
Muhamad Ridha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Pemandangan dari sisi timur Pulau Pitcairn. Pemandangan dari sisi timur Pulau Pitcairn. (Wikipedia)

Ntvnews.id, Jakarta - Tidak semua pulau yang jauh dari pusat keramaian merupakan wilayah tak berpenghuni. Di berbagai penjuru dunia, terdapat pulau-pulau terpencil yang tetap menjadi tempat tinggal masyarakat, meskipun lokasinya berada di tengah samudra, jauh dari daratan utama, bahkan dekat dengan kawasan kutub.

Kehidupan di pulau-pulau tersebut memiliki tantangan tersendiri. Keterbatasan akses transportasi, pasokan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga kondisi alam menjadi bagian dari keseharian penduduknya.

Beberapa pulau bahkan hanya dapat dijangkau menggunakan kapal, sementara lainnya membutuhkan penerbangan khusus dengan waktu perjalanan berjam-jam. Berikut sepuluh pulau terpencil di dunia yang masih dihuni manusia.

1. Pulau Pitcairn, Samudra Pasifik Selatan

Pulau Pitcairn merupakan satu-satunya pulau berpenghuni dalam kelompok Kepulauan Pitcairn yang berada di Samudra Pasifik Selatan. Wilayah ini merupakan teritori seberang laut Inggris dan terletak sekitar 2.170 kilometer di sebelah tenggara Tahiti.

Menurut situs resmi pemerintah Pitcairn, pulau tersebut memiliki penduduk sekitar 50 orang. Mereka sebagian besar merupakan keturunan para pemberontak kapal HMS Bounty dan pasangan mereka yang berasal dari Tahiti.

Permukiman utama pulau ini bernama Adamstown. Dengan jumlah penduduk yang sangat sedikit, kehidupan masyarakat berlangsung dalam komunitas kecil. Pulau Pitcairn juga tidak memiliki bandara sehingga perjalanan menuju wilayah tersebut harus dilakukan melalui jalur laut.

2. Tristan da Cunha, Samudra Atlantik Selatan

Tristan da Cunha dikenal sebagai salah satu pulau berpenghuni paling terpencil di dunia. Pulau vulkanik ini berada sekitar 2.816 kilometer dari Afrika Selatan dan menjadi bagian dari wilayah seberang laut Inggris, Saint Helena, Ascension, dan Tristan da Cunha.

Masyarakatnya tinggal di sebuah permukiman bernama Edinburgh of the Seven Seas. Berdasarkan laporan Reuters pada Mei 2026, pulau tersebut dihuni sekitar 216 orang. Sebagian besar penduduk merupakan keturunan sejumlah kecil keluarga yang menetap di sana sejak abad ke-19.

Tidak tersedia bandara di pulau ini sehingga akses utamanya hanya melalui laut. Kapal dari Cape Town, Afrika Selatan, biasanya datang sekitar 10 kali dalam setahun. Penduduk juga mengandalkan pertanian dan perikanan untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari.

3. Rapa Nui atau Pulau Paskah, Cile

Rapa Nui, yang lebih dikenal sebagai Pulau Paskah, berada di Samudra Pasifik dan termasuk wilayah Cile. Pulau ini berjarak sekitar 3.700 kilometer dari daratan utama Cile sehingga menjadi salah satu pulau berpenghuni paling terpencil di dunia.

Rapa Nui dikenal luas karena patung-patung batu raksasa Moai yang menjadi peninggalan kebudayaan masyarakat Polinesia. Situs tersebut juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia.

Meski lokasinya jauh dari daratan utama, pulau ini memiliki kehidupan masyarakat yang terus berkembang. Hanga Roa menjadi pusat permukiman penduduk sekaligus pintu masuk bagi wisatawan. Akses udara menuju Rapa Nui tersedia melalui penerbangan langsung dari Santiago, ibu kota Cile, dengan waktu perjalanan sekitar lima setengah jam.

4. Saint Helena, Samudra Atlantik Selatan

Saint Helena merupakan pulau vulkanik yang berada sekitar 1.950 kilometer di sebelah barat pesisir Afrika. Pulau ini termasuk wilayah seberang laut Inggris dan dikenal sebagai tempat pengasingan Napoleon Bonaparte hingga wafat pada 1821.

Berdasarkan statistik resmi pemerintah Saint Helena, jumlah penduduk yang menetap di pulau tersebut mencapai sekitar 3.980 orang pada akhir Juni 2025. Sebagian besar kehidupan masyarakat berpusat di Jamestown, ibu kota yang berada di sebuah lembah sempit di antara tebing-tebing curam.

Selama bertahun-tahun, Saint Helena hanya dapat dijangkau melalui perjalanan laut yang memakan waktu beberapa hari. Kondisi tersebut berubah setelah bandara pertama pulau ini mulai beroperasi pada 2017. Kini, penerbangan reguler dari Johannesburg, Afrika Selatan, menghubungkan Saint Helena dengan dunia luar.

5. Palmerston Atoll, Kepulauan Cook

Palmerston merupakan atol terpencil di wilayah Kepulauan Cook, Samudra Pasifik Selatan. Lokasinya sekitar 400 kilometer dari Rarotonga dan hanya satu pulau kecil di dalam atol tersebut yang dihuni masyarakat.

Menurut Departemen Konservasi Selandia Baru, Palmerston memiliki populasi yang berfluktuasi sekitar 40 orang. Karena letaknya terisolasi, penduduk mengandalkan hasil kebun dan sumber daya alam setempat untuk memenuhi sebagian kebutuhan hidup.

Keterpencilan Palmerston juga membuat pasokan dari luar tidak selalu mudah diperoleh. Namun, masyarakatnya tetap mempertahankan kehidupan komunitas di tengah lingkungan atol yang dikelilingi perairan Pasifik.

Kepulauan Chatham terletak sekitar 800 kilometer di sebelah timur Pulau Selatan, Selandia Baru. Gugusan pulau ini terdiri atas sejumlah pulau kecil, dengan Pulau Chatham sebagai wilayah permukiman utama.

Berdasarkan data Statistics New Zealand, perkiraan jumlah penduduk Kepulauan Chatham mencapai 620 orang pada 30 Juni 2025. Sebagian besar masyarakat tinggal di Pulau Chatham, sementara sebagian lainnya menetap di Pulau Pitt.

Jarak yang cukup jauh dari daratan utama membuat akses transportasi menjadi salah satu tantangan bagi penduduk. Meski demikian, penerbangan tersedia dari sejumlah kota di Selandia Baru, termasuk Auckland, Wellington, dan Christchurch.

7. Niue, Samudra Pasifik Selatan

Niue merupakan sebuah pulau karang terangkat yang berada di antara Tonga, Samoa, dan Kepulauan Cook. Wilayah ini terletak sekitar 2.400 kilometer di sebelah timur laut Selandia Baru dan dikenal sebagai salah satu atol karang terangkat terbesar di dunia.

Menurut hasil sensus 2022 yang dipublikasikan Niue Statistics Office, pulau ini memiliki 1.681 penduduk. Sebanyak 1.564 orang di antaranya tercatat menjadikan Niue sebagai tempat tinggal utama.

Pusat kehidupan masyarakat berada di Alofi, ibu kota Niue. Meski memiliki wilayah daratan yang relatif kecil, pulau ini mempunyai identitas budaya dan bahasa tersendiri. Letaknya yang jauh dari Selandia Baru membuat hubungan transportasi dan dukungan layanan dari luar menjadi hal penting bagi penduduknya.

8. Pulau Socotra, Yaman

Socotra merupakan pulau terbesar dalam Kepulauan Socotra yang berada di Samudra Hindia, sekitar 380 kilometer di selatan Semenanjung Arab. Pulau ini terkenal karena memiliki keanekaragaman hayati yang unik, termasuk sejumlah tumbuhan endemik yang tidak ditemukan di tempat lain.

Salah satu tumbuhan paling terkenal adalah pohon darah naga atau dragon's blood tree yang memiliki bentuk menyerupai payung. Keunikan alam tersebut menjadikan Socotra sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan biodiversitas yang penting di dunia.

Di balik keindahan alamnya, Socotra juga menjadi tempat tinggal puluhan ribu orang. Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lebih dari 83.000 penduduk tinggal di pulau tersebut dalam laporan program kesehatan yang diterbitkan pada Juni 2025.

Masyarakat setempat menjalankan berbagai aktivitas ekonomi, termasuk perikanan dan peternakan. Namun, keterbatasan fasilitas kesehatan dan kebutuhan dasar masih menjadi tantangan bagi penduduk pulau ini.

9. Svalbard, Norwegia

Svalbard merupakan kepulauan di kawasan Arktik yang berada di antara daratan Norwegia dan Kutub Utara. Sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan, gletser, serta kawasan alam liar dengan suhu yang sangat dingin.

Pulau terbesar di kepulauan tersebut adalah Spitsbergen. Di pulau inilah terdapat Longyearbyen, permukiman utama yang dihuni sekitar 2.400 orang dari berbagai negara.

Data Statistics Norway yang diperbarui pada Oktober 2026 mencatat jumlah penduduk Longyearbyen dan Ny-Ålesund sebanyak 2.504 orang pada paruh kedua 2026. Kehidupan di kawasan ini berlangsung dalam kondisi Arktik yang ekstrem, dengan akses menuju alam liar dapat ditemukan tidak jauh dari pusat permukiman.

Meski berada jauh di utara, Longyearbyen memiliki fasilitas perkotaan seperti sekolah, toko, dan layanan masyarakat. Penerbangan dari Tromsø maupun Oslo menjadi salah satu akses utama menuju kawasan tersebut.

10. Kepulauan Falkland, Samudra Atlantik Selatan

Kepulauan Falkland merupakan gugusan pulau di Samudra Atlantik Selatan yang berjarak sekitar 400 mil atau 640 kilometer dari daratan Amerika Selatan. Wilayah ini terdiri atas dua pulau utama, East Falkland dan West Falkland, serta ratusan pulau kecil lainnya.

Ibu kota sekaligus pusat permukiman terbesarnya adalah Stanley. Menurut pemerintah Kepulauan Falkland, sebagian besar penduduk tinggal di kota tersebut, sementara sisanya tersebar di kawasan pedesaan dan permukiman di pulau-pulau luar.

Kehidupan masyarakat setempat banyak berkaitan dengan sektor perikanan, peternakan, dan pariwisata. Letaknya yang jauh dari daratan utama serta kondisi iklim yang cenderung dingin membuat kepulauan ini memiliki karakter kehidupan yang berbeda dari wilayah perkotaan pada umumnya.

Kehidupan di Tengah Keterpencilan

Sepuluh pulau tersebut memperlihatkan bahwa keterpencilan geografis tidak selalu membuat suatu wilayah kehilangan kehidupan masyarakat. Dari komunitas kecil di Tristan da Cunha dan Pitcairn hingga ribuan penduduk di Saint Helena dan Socotra, masing-masing memiliki cara tersendiri untuk bertahan dan beradaptasi.

Meski menghadapi tantangan berupa jarak, transportasi, dan keterbatasan fasilitas, pulau-pulau tersebut tetap menjadi rumah bagi masyarakat dengan sejarah, budaya, serta kehidupan yang khas.

Baca Juga: 7 Tempat Paling Misterius di Dunia, dari Pulau Boneka hingga Kota Hantu di Tengah Laut